Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Adhye Panritalopi

Alumni Fak. Hukum Univ. Hasanuddin Makassar#Penyair dari Komunitas Halte Kayu Makassar#Penulis tetap di www.negarahukum.com# "AKAN ada selengkapnya

Kenapa Jadi PNS Begitu Menjanjikan ?

OPINI | 24 September 2013 | 20:44 Dibaca: 1071   Komentar: 30   6

Maaf, barangkali hanya orang “bodoh” yang tidak mengharapkan masa depannya cerah. Masa depan dengan hidup mapan ketika pada saatnya sebagian besar kebutuhan hidup dapat dipenuhi tanpa bersusah payah memikirkan bagaimana caranya memenuhi itu.

Lantas apakah ukuran dari ke-mapan-an itu?, jawabannya adalah kecukupan dari segi ekonomi. Kecukupan berarti tidak pernah kekurangan; segala yang diperlukan cukup (lengkap) adanya. Untuk ukuran masyarakat sekarang ini, hidup seseorang yang bisa dianggap berkecukupan itu diukur dari apa pekerjaannya, berapa gaji/penghasilannya per (hari, minggu, bulan, dan tahun), berapa harta kekayaannya, dan terakhir bagaimana jaminan akan masa tuanya. Dan faktanya, inilah yang dianggap pokok sebagai sebuah standar hidup yang harus dimiliki masing-masing orang.

Di lihat sisi pekerjaan, barang kali boleh di kata masyarakat hanya mengenal pekerjaan sebagai PNS-lah yang bisa memberikan segalanya. Dan fenomena yang dapat terlihat, rata-rata masyarakat sekarang ini punya pemikiran kalau untuk menggapai masa depan yang lebih baik, maka jalan satu-satunya adalah menjadi PNS. Selain sebagai sumber mata pencaharian, bekerja sebagai PNS bahkan sudah dijadikan ikon (simbol) budaya di tengah masyarakat. Ditengah-tengah kehidupan masyarakat, seorang yang berstatus PNS akan mendapatkan tempat dan derajat yang lebih tinggi di banding dengan (orang) masyarakat biasa.

Cerita manis kehidupan PNS diatas seolah mengusik pikiran kita dengan pertanyaan, apa sih alasannya kenapa menjadi PNS itu dianggap sebagai pekerjaan yang lebih menjanjikan dibandingkan dengan pekerjaan-pekerjaan lain semisal, menjadi karyawan swasta, menjadi pekerja/buruh pada salah satu perusahaan, dll?. Menurut saya sendiri, mungkin berikut ini alasannya:

  1. PNS itu pekerjaan yang punya jaminan kerja; disini, seorang PNS yang sudah mengantongi SK PNS yang ditanda tangani Menteri, Gubernur, Walikota, atau Bupati secara tidak langsung susah untuk diberhentikan dari pekerjaannya. Dan jika pun ternyata ada celah untuk memberhentikan seorang PNS karena kesalahan berat misalnya, itu tidaklah gampang karena membutuhkan proses yang cukup lama dan berliku-liku. Dengan demikian, seorang PNS sebenarnya sangat aman dari segi PHK. Inilah yang saya maksud adanya jaminan kerja. Jaminan sekaligus keamanan kerja bagi seorang PNS. Tentu hal ini tidak bisa dirasakan seorang yang bekerja baik selaku karyawan swasta, maupun selaku pekerja/buruh di perusahaan-perusahaan. Ancaman PHK hampir tiap saat mengintai mereka.
  2. PNS punya kepastian dan standar gaji yang cukup memuaskan; berbeda dengan karyawan swasta yang kadang tidak ada kepastian dan standar gaji karena memang tidak ada aturan secara rinci dari pemerintah yang mengatur bagaimana sistem dan pola pemberian gaji karyawan swasta. Semua di serahkan kepada pihak perusahaan (pengusaha) tempat dimana karyawan/pekerja/buruh bekerja. Sementar untuk PNS, sistem, pola pemberian serta besarnya gaji yang akan diberikan standarisasinya sudah diatur dan ditentukan oleh pemerintah.
  3. PNS kaya akan fasilitas; rasanya semua orang tahu bagaimana pemerintah begitu memanjakan PNS dengan menawarkan berbagai fasilitas mulai dari mobil dinas, motor dinas, rumah dinas, seragam dinas, biaya kesehatan dinas, biaya telepon dinas, laptop dinas, tunjangan dinas, uang perjalanan dinas, dan dinas-dinas yang lain. Sementara untuk karyawan swasta, orang yang bekerja di perusahaan swasta, fasilitas apa yang di dapat?, ya kalau pun ada fasilitas yang di dapat, paling tidak hanya separuh dari fasilitas yang di dapat seorang PNS.
  4. PNS berpeluang dapat tambahan penghasilan; Remunerasi, Gaji 13 dan Gaji Pensiun, semua itu akan menambah penghasilan seorang PNS. Tapi bagi seorang karyawan swasta misalnya, mana ada tambahan gaji (penghasilan) dari Remunerasi, Gaji 13, apalagi gaji pensiun?.
  5. Range (rentang) waktu kerja PNS lebih sedikit; dibanding karyawan swasta yang rata-rata kerjanya 6 x sehari, seorang PNS hanya bekerja 5 x sehari, plus biasanya di liburkan karena alasan “hari terjepit” (terjepitnya hari antara hari libur dengan hari kerja). Belum lagi, libur saat ada izin ikut sekolah penyetaraan, izin ikut pelatihan, dll. Bagi karyawan swasta, rata-rata mereka tidak pernah merasakan libur kerja karena mendapat izin sekolah penyetaraan, izin ikut pelatihan, dll.
  6. Kepastian peluang kenaikan pangkat PNS;  PNS dipastikan akan mengalami kenaikan pangkat secara berkala dalam jangka waktu 2 - 3 tahun meskipun tanpa prestasi dan reputasi yang mencolok. Sangat berbeda keadaan yang dialami oleh karyawan swasta. Seorang karyawan swasta biasanya tidak ditentukan kapan kenaikan jabatannya, karena semua tergantung dari sang majikan. Pun kalau mau dinaikkan jabatannya, harus terlebih dahulu di nilai prestasi dan reputasinya.
  7. PNS sangat aman dari ancaman krisis moneter; sejarah telah membuktikan bahwa ternyata krisis moneter yang pernah melanda negara ini di tahun 1998 sedikit pun tidak membawa pengaruh terhadap gaji (pendapatan) PNS sekaligus tunjangan dan segala fasilitas yang diberikan padanya. Nah, bagaimana dengan karyawan swasta?, krisis ekonomi pada waktu itu cukup berpengaruh. Banyak karyawan swasta, buruh/pekerja dari perusahaan-perusahaan baik skala besar maupun skala kecil yang sampai di turunkan gajinya. Bahkan ada pula perusahaan yang sampai melakukan PHK besar-besaran kepada karyawan, buruh, atau pekerjanya akibat krisis moneter pada waktu itu.

Nah, itulah poin-poin menurut saya sehingga mengapa masyarakat umumnya melihat pekerjaan selaku PNS begitu menjanjikan dibanding bidang pekerjaan lain. Sehingga, memang sudah wajar kalau ternyata minat masyarakat untuk menjadi PNS sangatlah tinggi. Tapi, apakah ini merupakan hal yang sifatnya positif?. Pada kesempatan ini, saya sendiri sebagai penulis belum berani mengatakan hal itu. Rasanya masih banyak hal yang perlu di kaji sebelum sampai pada kesimpulan itu. [APL, Makassar, 24-09-2013]

___________________

Tags: jadipns

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Kain Benang Emas dan Ulos Gendongan Bayi …

Piere Barutu | | 24 April 2014 | 22:40

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 14 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 17 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 21 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 22 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: