Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Muhammad Fauzi Ahmad

Dou Mbojo yang kebetulan tinggal di Malang

Perlunya Profesionalitas dan Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kita

OPINI | 28 August 2013 | 09:37 Dibaca: 111   Komentar: 0   0

Isu profesionalitas dan netralitas Pegawai Negeri Sipil di era otonomi daerah menjadi problem tersendiri yang dihadapi oleh berbagai daerah di wilayah nusantara ini. Sebagai penyelenggara birokrasi pemerintahan, baik di tingkat pusat dan daerah aparatur Negara (PNS) dituntut untuk menunjukkan tampilan yang menandakan ciri sebagai insan pegawai yang bekerja, mengabdi di berbagai bidang tugas dan fungsinya dengan mengedepankan sikap professional. Dalam berbagai kajian dan definisi, professional memiliki ciri dan sifat yang antara lain, melakukan sesuatu pekerjaan dengan cara, teknik serta metode yang terikat dengan kaidah-kaidah keilmuan dan keilmiahan. Sikap profesionalitas dari aparatur Negara tercermin melalui pekerjaannya dengan dilandasi rasa keterpanggilan jiwa (hati nurani) untuk bekerja dan beraktifitas mengabdi untuk kepentingan publik dan Negara.

Sebagai penyelenggara birokrasi pemerintahan, pegawai negeri sipil merupakan bagian terpenting dalam proses pembangunan dan kemajuan, mengingat mereka sebagai pelaku dan melayani kepentingan masyarakat dalam lingkup tugas dan tanggungjawabnya. Terlebih lagi, keberadaan mereka di era otonomi daerah, pegawai negeri sipil dituntut memiliki kompetensi dasar, soft skill, serta kompetensi pendukung lainnya dalam menunjang tugasnya sehari-hari.
Untuk itu, sesuatu tuntutan zaman yang sangat mendasar, sikap mental, prilaku dan mindset pegawai negeri sipil semestinya mencerminkan profesionalitas dan yang menjunjung tinggi netralitas dari kepentingan dan fatsun politik tertentu. Bagaimana dengan daerah kita, Tanah Bima saat ini….

Semoga saudara-saudara kita, bapak/ibu kita yang menjadi Pegawai Negeri Nipil di tanah Bima memiliki komitmen moral yaitu profesionalitas dalam bekerja serta netralitas dari kepentingan fatsun politik tertentu. Dan kita berharap, pemimpin, elite kekuasaan di tanah Bima untuk berhenti memanfaatkan keberadaan PNS untuk kepentingan yang dapat menurunkan citra dan harkat martabat mereka. Saudara-saudara kita yang PNS ini memiliki beban yang berat, di satu sisi menjalankan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsinya, di lain sisi mereka juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tampilan birokrasi yang dipimpin oleh politisi-politisi yang memiliki platform politik yang berbeda-beda. Kita berharap, tidak ada lagi praktek-praktek politik balas dendam dan anarkistis birokrasi di tanah Bima, agar mereka yang berprofesi sebagai PNS itu mendapatkan keamanan lahir dan bathin, kenyamanan bekerja, dalam mengabdi dan memajukan daerah tercinta, BIMA.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Petrus Lengkong, Seniman Dayak, Pensiunan …

Emanuel Dapa Loka | | 20 September 2014 | 08:56

Menilik Kasus Eddies Adelia, Istri Memang …

Sahroha Lumbanraja | | 20 September 2014 | 11:51

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 10:24

Wow… Peringkat FIFA Indonesia Melorot Lagi …

Hery | | 20 September 2014 | 09:35

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 4 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 5 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 5 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 5 jam lalu

PPP dan PAN Merapat Ke Kubu Jokowi, …

Muhammad | 7 jam lalu


HIGHLIGHT

Menilik Kasus Eddies Adelia, Istri Memang …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Saat Kopaja AC Ditendang Trans-J …

Indri Permatasari | 8 jam lalu

Pertamina Tidak Semina-mina (semena-mena) …

Mercy | 8 jam lalu

Ekspresikan Cinta Anda Kepada Pasangan …

Cahyadi Takariawan | 8 jam lalu

Kebiasaan Koruptor & Tersangka Kasus …

Aba Mardjani | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: