Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Kusuma Indra

PPNS yang hobby membaca dan tinggal di Tatar Banten.

Lapas dan Bandar Narkoba

OPINI | 26 July 2013 | 21:52 Dibaca: 538   Komentar: 1   1

Menonton Metro TV sore tadi dengan topik wawancara dengan Fani pacar Bandar Narkoba Fredi dan Humas BNN dengan gamblang tanpa tedeng aling2 bahkan  menceritakan statusnya sebagai pacar atau wanita panggilan yang tugasnya untuk memberikan pelayanan nafsu syahwat Sang Bandar, betapa jaman se makin maju bahwa profesi wanita panggilan /WTS yang terang2an maupun yang berkedok berprofesi mahasiswi, artis dsb nya tidak lagi tabu/malu untuk mengungkapkan malah  kelihatan begitu PD dalam bercerita sebagai narasumber di stasiun TV yang mungkin ditonton oleh jutaan pemirsa, apakah tidak terpikirkan bagaimana beban psychologis orang tuanya ataupun putra/putrinya atau memang profesi seperti itu sudah menjadi hal yang biasa ditengah masyarakat kita dan disejajarkan dengan bidang pekerjaan lainnya ??

Dari pembicaraan yang sempat ditonton betapa mirisnya kita mendengar cerita nara sumber bahwa hal apapun bisa dilakukan didalam LP , stiap pertemuan bahwa untuk sekedar petugas rendahan saja diberikan tip 1 juta , untuk mendapat berbagai kemudahan lainyadari pesan wanita,pesta Sabu sampai dengan mengendalikan bisnis narkoba Sang Gembong Narkoba mengeluarkan ” Santunan” sebesar 1 Milyar bombastis tentu tidak ada makan siang yang gratis , itu baru satu orang padahal didalam LP ratusan yang punya modal keuangan seperti Fredi, jadi bisa dibayangkan peredaran uang di dalam LP cipinang dan Lembaga Pemasyarakatan serta  Rutan yang tersebar di wilayah Nusantara dan hal ini tidak menutup ke mungkinan terjadi permainan uang dalam penempatan Kepala Lapas yang besarannya ditentukan dengan Kelas Lapas/Rutannya sendiri, sehingga hal ini menjadi mata ranati  korupsi Birokrasi

Moga moga kejadian ini menjadi pemicu menuju kearah perbaikan dalam berbagai hal dalam rangka pembenahan Lembaga Pemasyarakatan walaupun seperti disampaikan Wamenkum Deny Indrayana banyak sekali hambatannya karena banyak yang memiliki kepentingan dan terganggu sumber pendapatannya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sasi, Konservasi Tradisional di Raja Ampat …

Dhanang Dhave | | 22 August 2014 | 15:21

Identitas Bangsa Modal dalam Kompetisi …

Julius Deliawan | | 22 August 2014 | 09:42

ALS #icebucketchallenge …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 22 August 2014 | 17:49

[SRINTHIL] Perempuan di Kaki Masa Lalu …

Rahab Ganendra | | 22 August 2014 | 14:33

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Pesta Perkawinan Mewah, Apa Ngaruh dalam …

Ifani | 2 jam lalu

SBY ‘Ngrecoki’ Jokowi …

Suko Waspodo | 4 jam lalu

“Ahok” Sumbangan Prabowo Paling …

Pakfigo Saja | 9 jam lalu

Saat Mahkamah Konstitusi Minus Apresiasi …

Zulfikar Akbar | 13 jam lalu

Kuasa Hukum Salah Berlogika, MK Tolak …

Sono Rumekso | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: