Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Angelmeihua

Saya hanya perempuan yg berpikir sederhana, prihatin dgn kehidupan berbangsa di negeri ini

Mengapa Harus Tersinggung dengan Pernyataan Keras Ahok?

OPINI | 26 July 2013 | 14:50 Dibaca: 1212   Komentar: 29   2

Setelah sebelumnya Max Sopacua berang dengan pernyataan Ahok berkaitan adanya ketakutan dari pihak yang hendak menjadi capres dengan menggunakan jasa Fitra untuk melakukan rilis tentang anggaran BPO yang menyesatkan, kali ini anggota DPRD dari fraksi PPP berang juga berkaitan dengan pernyataan adanya Preman yang bermain dibelakang para PKL di Tanah Abang yang juga berada di Kebon Sirih.

Dari kedua sikap yang diperlihatkan oleh mereka yang merespons berlebihan dengan pernyataan Ahok tentu menimbulkan pertanyaan, mengapa sih mereka begitu marahnya dengan pernyataan Ahok.
Sebagai wagub tentu sangat memahami benar masalah yang dihadapi berkaitan dengan pemindahan para PKL di Tanah Abang dan pernyataan yang dilontarkan Ahok hanya upaya menjelaskan kepada masyarakat melalui media yang mempertanyakan kesulitan yang dihadapinya.

Ahok sadar betul jika masalah di Tanah Abang juga diperlukan dukungan dari masyarakat Jakarta lainnya bilamana saat nantinya ketegasan dalam menjalankan kebijakannya mendapatkan perlawanan dari sekelompok orang yang merasa dirugikan.
Bukankah hal yang sama juga pernah terjadi saat relokasi warga waduk pluit, ketika itu ada sekelompok orang yang mengatasnamakan rakyat miskin menolak relokasi yang ternyata ditunggangi oleh oknum yang akan kehilangan atas keuntungan yang didapat selama ini.

Keterbukaan informasi dalam pernyataan Ahok yang juga di amini oleh Jokowi ini mulai memperlihatkan dampak yang positif saat mengeksekusi program program pemprov DKI.

Duet maut yang saling mengisi ini justru memperlihatkan kesolidan mereka berdua dalam menjalankan tugasnya masing masing.
Saat pernyataan Ahok yang memancing direspon oleh pihak yang berkaitan maka Jokowi yang akan melakukan “finishing” nya tak ubahnya permainan sepak bola, Ahok yang memberi umpan lambung dan Jokowi dengan telak mengeksekusinya, mempertontonkan keindahan dalam kerjasamanya.
Dan kita tunggu lagi aksi pembrangusan Preman Preman berikutnya yang memang masih banyak bercokol di lima wilayah kotamadya DKI Jakarta tanpa pandang bulu.

Salam perubahan

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 9 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 16 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

“Happy” Andien Fashionable di La Fayette …

Irvan Sjafari | 12 jam lalu

Perpustakaan adalah Surga …

A Fahrizal Aziz | 12 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 12 jam lalu

Memandangmu, Tanpa Kata …

Ryan. S.. | 12 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: