Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Nyoman Lisnawa

pensiunan, gemar menulis dan membaca apa saja........

Hak Pensiun PNS yang Meninggal Dunia

REP | 17 July 2013 | 21:11 Dibaca: 1125   Komentar: 0   3

Kring……. ada telp dari seberang sana, halo selamat pagi, pagi pak boleh tanya Pak, oh boleh, anda siapa tanyaku saya Pak Ida, Putra pak agus, oh ya, apa yg perlu dibantu kataku, gini pak Bapak saya kan udah meninggal, dan sudah terima pensiun janda an, Ibu saya, dan sekarang Ibu udah meninggal, dan gajinya udah di stop, karena tidak berhak mendapatkan pensiun, itu kata staf BKD ….., dengan alasan ibu pak ida tidak menanggung, dan gajinya bujangan, karena selama ini ibunya sudah tertanggung dalam daftar gaji suaminya (almarhum), ……..Langsung saya hubungi ke BKD prov. apa ada UU baru tentang pensiunan PNS selain UU No, 11 Tahun 1969, teman saya Prov. bilang, UU itu belum di ganti, dengan jawaban itu Saya telp BKD kota….. bahwa PNS yang meninggal walaupun tidak menanggung keluarga tapi masih ada suami atau anak2nya tetap mendapat pensiun duda atau yatim piatu,…….. inipun BKD kota….. belum memberikan jawaban pasti, dan saya sarankan teman di BKD kodya… ke BKN Dempasar….., dan anak yang masih ada saya kasi tahu untuk mengambil Form DPCP di Bkd kodya……., untuk selanjurnya di proses di BKD kodya melalui SKPK On Line dengan BKN……..

Mudah2an petugas BKD yang membidangi pensiun membaca UU no 11 Tahun 1969….. memang udah usang, tapi tetap berlaku….. bila ada pendapat lain mohon diluruskan…..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 9 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 10 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 11 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Gimana Terhindar dari Jebakan Oknum Trading …

Adhie Koencoro | 7 jam lalu

Dari Priyo Sampai Ahok, Akhirnya Demokrat …

Auda Zaschkya | 8 jam lalu

Daya Tarik Kota Emas Prag, Ditinggalkan …

Cahayahati (acjp) | 8 jam lalu

Cycling, Longevity and Health …

Putri Indah | 9 jam lalu

Menemukan Pembelajaran dari kasus Habibi dan …

Maria Margaretha | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: