Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Yessi Nadia Giatma Saragih

Anda kelebihan uang? Hub. saya. Sy siap menghabiskan uang anda. Tersedia tas sy yg besar selengkapnya

UU Ormas, Perlukah?

OPINI | 03 July 2013 | 12:51 Dibaca: 294   Komentar: 0   0

Sebelum disahkannya UU Ormas ini, banyak sekali konflik dan polemik yang muncul di media massa. Agak bingung juga untuk kita para awam ini menyatakan untuk ikut setuju atau tidaknya dengan UU Ormas ini. Para ormas sendiri menolak RUU ini karena bertentangan dengan definisi dari Ormas sendiri, dan organisasi sayap parpol secara eksplisit dikecualikan dalam RUU ini.

Selain daripada itu, RUU Ormas ini juga diajukan oleh Pemerintah ke DPR, padahal pembentukan suatu UU itu harus yang rakyat butuhkan dalam arti rakyat yang mengajukan. Pemerintah juga dapat membubarkan paksa tanpa melalui jalur pengadilan sebagai sanksi pada ormas yang bermasalah. Juga mengatur tentang transparansi dana dan bantuan yang tidak jelas dari asing, dengan hal ini tidak diperbolehkan lagi pemberi dana NN atau Hamba Tuhan, karena dalam UU harus jelas dan tegas darimana sumber keuangannya

Tapi, kalo saya lihat UU Ormas ini dibuat bukan melihat Ormas secara keseluruhan tapi langsung ke target yaitu, ICW.

Kita semua tau ICW membeberkan beberapa aliran dana yang tidak sehat dalam pemerintahan. Dikatakan oleh ICW ada 36 pejabat DPR yang memiliki aliran dana tak sehat dan berstatement bahwa DPR mungkin sudah tidak bersih lagi, herannya setelah kejadian statement itu beberapa waktu lalu, RUU langsung disahkan.

Setuju atau tidak setuju RUU sudah menjadi UU yang harus dipatuhi, apalagi dalam pembuatannya sudah memakan APBN yang sangat banyak. Memang semuanya harus diatur dalam UU seperti beberapa Ormas anarkis yang sering meresahkan warga yang terkadang jika berbeda pendapat antara sesama ormas bisa saling serang. Tapi kalo dilihat dari keseluruhan Ormas itu sendiri, perlukah ?

Tags: ormas ruu uu

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sarjana ke Desa, Sarjana Telantar, dan …

Isson Khairul | | 24 May 2015 | 13:53

Ketika Iwan Fals Dikalahkan Demi Lovato …

Ryan Perdana | | 24 May 2015 | 12:11

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48

Workshop Performance Art: Eksplorasi Tubuh …

Himawan Pradipta | | 24 May 2015 | 14:05

Ketika Semuanya Menjadi Sengaja …

Kayana Octora | | 24 May 2015 | 13:20


TRENDING ARTICLES

Lecehkan Ras Sunda, Color Run Subang Dicekal …

Jadiah Upati | 4 jam lalu

Beras Platik: Teror untuk Siapa? …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Rekayasa Hadi, Negara Rugi 2 Triliun, KPK …

Imam Kodri | 11 jam lalu

Presiden Jokowi Menerima Gratifikasi Batu …

Gunawan | 13 jam lalu

Kisruh IMA 2015, Sebaiknya MNC Berkaca Diri …

Panjaitan Johanes | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: