Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Yessi Nadia Giatma Saragih

Anda kelebihan uang? Hub. saya. Sy siap menghabiskan uang anda. Tersedia tas sy yg besar selengkapnya

UU Ormas, Perlukah?

OPINI | 03 July 2013 | 12:51 Dibaca: 291   Komentar: 0   0

Sebelum disahkannya UU Ormas ini, banyak sekali konflik dan polemik yang muncul di media massa. Agak bingung juga untuk kita para awam ini menyatakan untuk ikut setuju atau tidaknya dengan UU Ormas ini. Para ormas sendiri menolak RUU ini karena bertentangan dengan definisi dari Ormas sendiri, dan organisasi sayap parpol secara eksplisit dikecualikan dalam RUU ini.

Selain daripada itu, RUU Ormas ini juga diajukan oleh Pemerintah ke DPR, padahal pembentukan suatu UU itu harus yang rakyat butuhkan dalam arti rakyat yang mengajukan. Pemerintah juga dapat membubarkan paksa tanpa melalui jalur pengadilan sebagai sanksi pada ormas yang bermasalah. Juga mengatur tentang transparansi dana dan bantuan yang tidak jelas dari asing, dengan hal ini tidak diperbolehkan lagi pemberi dana NN atau Hamba Tuhan, karena dalam UU harus jelas dan tegas darimana sumber keuangannya

Tapi, kalo saya lihat UU Ormas ini dibuat bukan melihat Ormas secara keseluruhan tapi langsung ke target yaitu, ICW.

Kita semua tau ICW membeberkan beberapa aliran dana yang tidak sehat dalam pemerintahan. Dikatakan oleh ICW ada 36 pejabat DPR yang memiliki aliran dana tak sehat dan berstatement bahwa DPR mungkin sudah tidak bersih lagi, herannya setelah kejadian statement itu beberapa waktu lalu, RUU langsung disahkan.

Setuju atau tidak setuju RUU sudah menjadi UU yang harus dipatuhi, apalagi dalam pembuatannya sudah memakan APBN yang sangat banyak. Memang semuanya harus diatur dalam UU seperti beberapa Ormas anarkis yang sering meresahkan warga yang terkadang jika berbeda pendapat antara sesama ormas bisa saling serang. Tapi kalo dilihat dari keseluruhan Ormas itu sendiri, perlukah ?

Tags: ormas ruu uu

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

10 Tanggapan Kompasianer Terhadap Pernikahan …

Kompasiana | | 25 October 2014 | 15:53

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 13 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 14 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Resep Kerupuk Seblak Kuah …

Dina Purnama Sari | 8 jam lalu

“Sakitnya Tuwh di Sini, di …

Handarbeni Hambegja... | 8 jam lalu

Kabinet Stabilo …

Gunawan Wibisono | 8 jam lalu

Sofyan Djalil dan Konsep yang Belum Tuntas …

Edy Mulyadi | 8 jam lalu

Dikelilingi Nenek-nenek Modis di Seoul, …

Posma Siahaan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: