Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

” Peran Pemuda dalam PEMILU 2014″

OPINI | 19 June 2013 | 21:11 Dibaca: 66   Komentar: 0   0

Esai

” Peran Pemuda dalam PEMILU 2014″

Oleh

Paul Martogi

ED

Pemilu 2014 merupakan sebuah ajang bagi rakyat Indonesia untuk menentukan masa depan Indonesia untuk empat tahun ke depan. Di ajang inilah, rakyat dapat menentukan pemimpin yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di tanah air. Rakyat yang telah memenuhi syarat pemilihan dapat turut serta dalam menentukan masa depan Indonesia. Calon-calon terpilih telah menyediakan janji-janji upaya yang akan dilakukan demi mengatasi berbagai macam problematika yang terjadi di Indonesia. Lalu, bagaimana dengan kita, pemuda yang dibilang kaum intelektual, ikut serta dalam menentukan nasib bangsa ini?

Sebagai intelektual muda, suara kita tentu mempunyai peranan penting dalam pemilu 2014. Sebagai bagian dari masyarakat, tentu kita menginginkan yang terbaik bagi bangsa Indonesia dan sebagai kaum intelektual, kita dapat melihat kualitas dan kompetensi yang dimiliki setiap calon yang tersedia. Kita memiliki pemikiran yang unik dalam menentukan calon yang layak untuk membawa bangsa ini menuju arah perubahan yang lebih baik. Kita pertimbangkan setiap janji-janji, serta rencana-rencana untuk mewujudkan janji-janji tersebut yang telah dibuat oleh para-para calon terpililih. Dengan begitu, kita bisa lebih akurat dalam menentukan pemimpin Indonesia yang akan membawa bangsa ini menuju perubahan.

Oleh karena itu, jangan sia-sia kan kesempatan ini dengan menjadi golongan putih, yang hanya bisa mengeluh ini dan itu, tetapi tidak ingin turut serta membawa perubahan Indonesia menuju ke arah yang lebih baik. Jadilah pemilik suara yang cerdas!

sekian

Tags: pkmf

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Learning by Doing, Efektifitas Mendidik ala …

Muhammad | | 16 September 2014 | 10:24

Autoethnografi: Dari Pengalaman ke Teks …

Sehat Ihsan Shadiqi... | | 16 September 2014 | 11:06

Dua Teknologi Penyelamat Kehidupan Menulis …

Necholas David | | 16 September 2014 | 10:03

Jika (Calon) Istri Menyembunyikan Status …

Syaiful W. Harahap | | 16 September 2014 | 08:57

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Ganggu Ahok = Ganggu Nachrowi …

Pakfigo Saja | 4 jam lalu

Kabinet Jokowi-JK Terdiri 34 Kementerian dan …

Edi Abdullah | 6 jam lalu

UU Pilkada, Ken Arok, SBY, Ahok, Prabowo …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Ternyata Ahok Gunakan Jurus Archimedes! …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Revolusi Mental, Mungkinkah KAI Jadi …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

[Fiksi Fantasi] Menolak Tua …

Myrna Hasibuan | 8 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Sayap Hitam Angella …

Desy Desol | 8 jam lalu

Kabinet Jokowi: Yang Barunya Mana, Ya? …

Aqila Muhammad | 8 jam lalu

Aktor di Balik Alotnya Pengusutan Kasus …

Bagja Siregar | 8 jam lalu

Tentang Palu Pemecah Kaca yang Kehilangan …

Ayudhia Virga Basta... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: