Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Rahmad Agus Koto

"Alam Terkembang Jadi Buku," dibaca, dipelajari, dipahami dan diamalkan… Insyaallah… Belajar sampai nafas terakhir. Suka selengkapnya

Salut! Jokowi-Ahok Berhasil Menundukkan Bank Dunia

REP | 05 June 2013 | 19:36 Dibaca: 7169   Komentar: 27   8

Setelah sekitar dua bulan, akhirnya Bank Dunia mengalah dan memutuskan menerima persyaratan yang diajukan oleh Gubernur dan Wakil gubernur DKI, Jokowi-Ahok, untuk menyelesaikan program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) atau pengerukan 13 sungai dalam jangka waktu dua tahun.

Kesepakatan ini diberitakan setelah pertemuan antara Ahok dengan Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, Stefan Koeberle, lebih kurang selama 45 menit di Balaikota Jakarta, Selasa (4/5/2013). [Republika]

“Ya, kita senang saja, akhirnya Bank Dunia mengerti harus bisa selesai dua tahun. Soalnya dulu Bank dunia tidak mengatakan ya atau tidak untuk waktu penyelesaian normalisasi 13 sungai.”

Ahok, Balaikota Jakarta, Selasa (4/5/2013), Kompas.

Kami tadi membicarakan dukungan terhadap pengelolaan banjir di Jakarta. Dari sisi kami, tidak ada halangan dan kami setuju untuk segera melaksanakan program ini. Isu sosial juga harus diselesaikan secara transparan, melibatkan konsultasi dan terdokumentasi.”

Stefan Koeberle [Liputan 6]

Sebelumnya, Jokowi dan Ahok dengan tegas menyatakan bahwa Pemprov DKI akan membatalkan kerjasama dengan Bank Dunia perihal proyek JEDI, apabila tidak memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Pemprov DKI, dan akan menggunakan APBD DKI untuk melanjutkan proyek tersebut.

Menurut Ahok, masa pinjaman lima tahun yang diajukan Bank Dunia terlalu lama, sementara permasalahan banjir semakin mendesak untuk diatasi, selain itu “bunga” pinjaman akan menjadi sangat besar [Kompas].

Kita mau nanya, mereka itu (Bank Dunia) tetap dengan cara-cara yang rumit seperti itu atau tidak? Kalau masih seperti itu, ya enggak usah, gampang.”

Jokowi, Balaikota Jakarta, Selasa (2/4/2013), [Kompas]

Mereka mau bertemu saya saja. Tetap saja kalau mereka tidak mau menyelesaikan selama dua tahun, pulang kampung saja, kan.”

Ahok, Balaikota Jakarta, Selasa (4/6/2013), [Kompas]

Sebagai informasi, Proyek JEDI yang dirintis oleh Gubernur DKI sebelumnya, Fauzi Bowo atau Foke, diperkirakan menelan anggaran sebesar 190 juta dollar AS. Bank Dunia memberikan pinjaman lunak kepada pemerintah Indonesia sebesar 139 juta dollar AS. Sisanya sebesar 51 juta dollar AS akan diambil dari APBN dan APBD DKI [Kompas]. Proyek ini diprediksikan dapat mengurangi banjir sekitar 30 persen titik banjir Jakarta.

Pengajuan pinjaman ke Bank Dunia sebenarnya sudah sejak tahun 2008. Namun, karena hambatan birokrasi, realisasinya baru terjadi tahun 2012. Tender proyek JEDI pun telah berjalan dengan melibatkan 14 perusahaan, termasuk dari Korea, China, India, dan Taiwan [Kompas].

Proyek ini sempat tertunda di masa kepemimpinan Jokowi-Ahok, karena Bank Dunia terkesan mendikte dan menyulitkan Pemprov DKI dengan sejumlah persyaratan dalam skema pinjaman Bank Dunia yang dinilai rumit. Hingga akhirnya proyek ini akan segera dilaksanakan secepatnya setelah Bank Dunia memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Jokowi-Ahok.

Well Dear Readers…

Ini merupakan kabar yang menggembirakan khususnya bagi warga DKI Jakarta, karena permasalahan banjir bisa diminimalisir, dan Indonesia secara umum, karena bisa menjadi pembelajaran bagi pemerintah pusat dan pemda-pemda lainnya dalam hal kerjasama dengan pihak-pihak di luar pemerintahan.

Salut, full respect buat Jokowi-Ahok.

Sangat wajar, saingan Jokowi-Ahok di Pilkada DKI yang lalu, Foke dan Nahrowi pun mengapresiasi kinerja mereka berdua.

Semoga pasangan yang unik ini dapat membuat gebrakan-gebrakan lain yang signifikan buat DKI Jakarta.

Salam Hangat Sahabat Kompasianers ^_^

—–

Jokowi-Ahok dan Aku

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Perjuangan PPP & PPP Perjuangan …

Ribut Lupiyanto | | 31 October 2014 | 14:24

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Nonggup, Contoh Pergerakan Cerdas Orang …

Evha Uaga | | 31 October 2014 | 17:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 10 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 10 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kompasiana-Tanoto Foundation Blog …

Kompasiana | 7 jam lalu

Sang Pawang Jati …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Meningkatkan Kesadaran Tentang Korupsi …

Andrew Ebeneizer Se... | 8 jam lalu

Moratorium CPNS 5 Tahun? Slow aja! …

Niztchan | 8 jam lalu

Vergiss-mein-nicht (Gema di Lautan Sunyi …

Monika Chandra | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: