Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

SBY Pecat Amir Syamsuddin, Angkat Denny Indrayana sebagai Menkumham RI

OPINI | 19 May 2013 | 17:10 Dibaca: 2947   Komentar: 35   5

Luar biasa dedikasi wamenkumham RI kepada bangsa dan negara Indonesia. Berdasarkan berita di www.detik.com dengan link http://m.detik.com/news/read/2013/05/19/083817/2249818/10/lompat-pagar-wamenkum-ham-sidak-lapas-sukamiskin-rutan-cipinang

dan di www.tempo.co.id dengan link http://m.tempo.co/read/news/2013/05/19/078481464/Denny-Indrayana-Sidak-LP-Sukamiskin-dan-Cipinang dan berita di Metro TV Siang hari ini, diketahui Denny Indrayana melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lapas Sukamiskin Bandung dan dilanjutkan ke Rutan Cipinang Jakarta.

Dari link berita di atas, yang membuat saya terkagum-kagum akan dedikasi seorang Denny Indrayana adalah ;

1. Tadi malam adalah malam minggu, malam yang panjang, yang biasa dimaksimalkan oleh kebanyakan orang buat acara dengan orang tersayang (keluarga) atau berdua dengan pasangan, setelah seminggu penuh bekerja, namun Denny Indrayana bersama 4 orang staf dan beberapa wartawan, justru melakukan sidak di Lapas dan rutan khusus korupsi. Terlihat Denny Indrayana dan wartawan Metro TV yang cantik jelita Najwa Shihab, yang sampai membuat bang haji Rhoma Irama memakai kacamata hitam di dalam studio Metro TV dalam acara Mata Najwa, sejak sabtu malam hingga minggu dinihari mendatangi lapas Sukamiskin dan rutan Cipinang. Keluarga Denny Indrayana harap mengerti tugas berat seorang wamenkumham RI dan istri dilarang cemburu dengan wartawan Metro TV yang cantik jelita, Najwa Shihab.

2. Demi menjaga kerahasiaan dan tidak bocornya sidak yang dilakukan ;
- Denny Indrayana tidak memberitahukan ke kepala lapas/rutan dan kepala pengaman lapas/rutan, sebab dirinya mensinyalir kepala lapas/rutan dan kepala pengamanan lapas/rutan tak bisa dipercaya dan sering membocorkan rencana sidak
- di Lapas sukamiskin Denny Indrayana sampai harus melompat pagar, karena pintu gerbang terkunci rapat dan tidak ada petugas yang berjaga di pintu gerbang itu
- di rutan Cipinang Denny Indrayana sampai harus berteriak karena pintu besi yang tinggi sebagai akses ke dalam lapas terkunci, sementara petugas tidak terlihat di pos. Tak ada petugas yang merespon teriakannya, Denny Indrayana dan staf Ditjen Lapas membuka paksa pintu dengan mendorong keras sekuat tenaga.

Seorang pemimpin seharusnya seperti sosok Denny Indrayana, yang rela meninggalkan keluarga demi tugas dan tanggung jawabnya sebagai wamenkumham RI. Yang saya kadang terheran-heran, mengapa SBY yang katanya pintar, arif dan bijak sana tidak memberi kepercayaan Denny Indrayana sebagai Menkumham RI, justru mempercayakan jabatan Menkumham RI kepada Amir Syamsuddin yang tidak jelas apa kerjanya dan apa sepak terjangnya dalam usaha pembenahan kemenkumham RI.

Kepada bapak Denny Indrayana yth, harap sabar yah dengan ketidakadilan yang diperlihatkan SBY dalam menilai siapa sosok yang lebih baik sebagai menkumham RI, paling tidak jajaran di kemenkumham RI, baik eselon I maupun staf pelaksana sudah sangat paham dan menganggap bapak Denny Indrayana yth sebagai ‘The Real Menkumham RI’.

Seharusnya jika SBY lebih sensitif, lebih arif dan bijaksana, segera berhentikan atau pecat menteri yang tidak bisa bekerja seperti Amir Syamsuddin, dan segera angkat Denny Indrayana sebagai Menkumham RI, Insya Allah peredaran narkoba akan semakin marak di Lapas dan Rutan karena fokus Denny Indrayana hanya fokus kepada narapidana koruptor, dan Insya Allah akan banyak narapidana narkoba yang mendapatkan grasi seperti terjadi kemarin di kasus Ratu Mariyuana Corby dan Bandar Besar Shabu Meirike Franola (Ola) yang berdasarkan pertimbangan hukum Denny Indrayana dikatakan hanya sebagai kurir, padahal sejatinya adalah bandar besar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 11 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 13 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 13 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 7 jam lalu

Hobi Membaca Mengantarku ke Tanah Suci …

Agung Han | 7 jam lalu

Rumah Transisi, Tim Perumus Atau Tim …

Thamrin Dahlan | 7 jam lalu

Perubahan Adalah Sebuah Keharusan Puskesmas …

Ramluddin Ram | 7 jam lalu

Sebuah Teks Refleksi Atas Sebuah Teks …

Adica Wirawan | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: