Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Widianto.h Didiet

Seorang pecinta seni yang mencari makan dari dunia kreatif, suka jalan jalan selama tidak menyusahkan selengkapnya

Kualitas E-KTP Indonesia Buruk?

HL | 07 May 2013 | 13:48 Dibaca: 2836   Komentar: 83   19

1367911310597677734

Ilustrasi/Admin (KOMPAS.com)

e-KTP tidak diperkenankan difotokopi, di-stapler, dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, demikianlah surat edaran menteri dalam negeri Gamawan Fauzi yang dikeluarkan pada tanggal 11 April 2013 lalu. Berita ini telah beredar dan kini sepertinya ramai diperbincangkan.

Ada satu hal yang saya pertanyakan, Sedemikian rapuhkah E-KTP Indonesia itu hingga hanya dengan panas mesin fotocopy saja bisa rusak? wajar kalau di stapler ataupun dibolongin akan merusak E-KTP itu.. tapi fotokopi?

Secara logika teknik, mesin fotokopi hanya mengeluarkan panas dari lampu yang digunakan untuk menerangi objek agar dapat di scan dan lalu di cetak ulang, tanpa ada radiasi ataupun gelombang elektromagnet tinggi yang bisa merusak sebuah produk elektronik seperti chip sebuah kartu.

Jika kualitas Chip yang ada di e-KTP bagus, tentunya tak akan ada masalah melakukan fotokopi berapakalipun. Karena Chip yang bagus tak akan rusak hanya dengan fotokopi. Kecuali memang jika kena gelombang elektromagnet tingkat tinggi, seperti misalnya ditindih dengan magnet speaker yang berdaya magnet kuat. atau alat yang mengeluarkan radiasi dan gelombang magnet tinggi seperti Xray misalnya.

Apakah surat edaran Mendagri ini secara tidak langsung menjelaskan bahwa kualitas e-KTP yang beredar di Indonesia ini adalah kualitas rendah dan gampang rusak? ataukah pembodohan teknologi yang dilakukan seorang menteri? Setidaknya agar berbagai pihak yang membutuhkan pendataan Warga Negara harus membeli Scanner Data agar bisa membaca Data dari e-KTP ?

Sungguh lucu jika e-KTP yang proyeknya memakan uang rakyat sedemikian besar dan prosesnya membuat repot seluruh Indonesia ini hanya boleh di fotokopi sekali saja dengan alasan dapat rusak. Tidak ada produk yang kualitasnya lebih bagus apa? Ini proyek nasional lho, duit yang udah dikeluarkan besar sekali. Patut dipertanyakan kenapa produk yang busuk seperti ini yang diberikan kepada bangsa Indonesia?

Satu lagi, mana ada saat ini pihak yang percaya dengan bukti Identitas yang hanya nomer NIK? Fotokopian atau di print warna yang mirip aslipun mudah dipalsu dengan Scan dan program pengolah gambar.

Dengan melakukan fotokopi yang dilakukan pihak Bank misalnya kala membuat rekening baru, dapat meminimalkan pemalsuan identitas oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang punya tujuan tidak jelas.

1367908944297427403
e-KTP yang bikin repot dari masa pembuatan!

Ataupun jika memang tak boleh difotokopi, berikan alat scanner yang digunakan untuk menscan data e-KTP pada semua pihak yang membutuhkan. Seperti Bank, pihak Kreditor seperti untuk Cicilan kendaraan, Kepolisian untuk pembuatan SIM dan lainnya tanpa BIAYA! karena seharusnya itu sudah termasuk dalam anggaran pembuatan E-KTP. Jangan hanya seperti sekarang, Elektronik KTP tapi tidak siap dengan alat penunjangnya dan pihak yang butuh alat pembacanya harus keluar duit lagi.. Duit rakyat itu lho!.

Sekali lagi, terjadi ulah seorang menteri yang membuat pertanyaan besar akan kualitas pemerintahan SBY. Setidaknya pertanyaan untuk saya.

Salam Waspada!
Widianto H Didiet

13577350241336613062

Tags: e ktp ektp e-ktp

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi …

Ashwin Pulungan | | 21 October 2014 | 08:19

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 6 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 8 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 9 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 12 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Dunia Intuisi …

Fawwaz Ibrahim | 7 jam lalu

Presiden Baru, Harapan Baru …

Eka Putra | 7 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 8 jam lalu

Jokowi Sebuah Harapan Baru? …

Ardi Winangun | 8 jam lalu

Potret Utang Luar Negeri Indonesia …

Roby Rushandie | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: