Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Supri Yadi

ingin selalu menjadi orang Baik yang selalu membawa penerangan dan kebahagian untuk semua makhluk di selengkapnya

Orang Taat Bayar Pajak, Orang Jahat Ada di Kantor Pajak

OPINI | 24 April 2013 | 13:15 Dibaca: 451   Komentar: 15   0

Banyak sudah slogan yang dilontarkan kantor pajak untuk membuat sadar masyarakat akan kewajiban membayar pajak. Slogan yang paling populer di tengah masyarakat adalah “ORANG BIJAK TAAT PAJAK” memang tidak ada yang salah dari slogan ini, namun yang jadi masalah adalah petugas pajak banyak yang tidak TAAT akan aturan pajak yang berlaku. Mereka menjalankan tugas bak preman di terminal, memeras, memaksa, terima suap dari wajib pajak bahkan menipu dan menilep uang negara. Seharusnya penyadaran wajib pajak terhadap masyarakat dibarengi dengan kesadaran petugas pajak akan tugas dan kewajibannya.

Kesadaran petugas pajak agar tidak melakukan suap, pemerasan, penipuan, penggelapan, dsb bisa dilakukan dengan memberikan “ILMU KEJUJURAN” yang tidak pernah mereka dapatkan dari dunia pendidikan manapun, karena “ILMU KEJUJURAN” merupakan anak cabang dari ilmu penerapan agama. Jadi ketika menyeleksi para calon petugasnya bukan hanya dilihat dari tingginya nilai IPK, Almamater, atau besar kecilnya uang sogokan, yang terpenting adalah apakah para calon petugas pajak mempunyai bekal agama yang kuat serta memperbaiki terus sistem birokasi kantor pajak.

Tidak ada kata lain “BERSIH-BERSIH” dari TIKUS berdasi harus dilakukan agar sistem birokrasi menjadi kuat dan membentuk kinerja yang bagus serta mental petugas pajak yang bertanggung jawab, jujur dan amanah. Kalau tidak sekarang kapan lagi??? kalau bukan kita siapa lagi ??? Ingat KEJAHATAN ada bukan hanya ada niat di hati tapi juga karena ada KESEMPATAN. waspadalah slogan pajak “ORANG BIJAK TAAT PAJAK” ditambahkan menjadi “ORANG JAHAT ADA DI KANTOR PAJAk” !!!

Tags: opini

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 11 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 14 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 15 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 16 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Aktif Menulis: Ikhtiar Guru Meninggalkan …

Rohani Elita Simanj... | 8 jam lalu

Catatan Ibu Muda – Pahlawan Pejuang SSK …

Kurnia Kartikawati | 8 jam lalu

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

Pencerahan Problematika Kenaikan BBM …

Randy Saktyawan | 8 jam lalu

Menempa Generasi Berliterasi …

Lalu Abdul Fatah | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: