Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Rolas Jakson

Advokat dan pemerhati politik. Untuk konsultasi hukum gratis dapat menanyakan langsung melalui messages saya.

Saat Tepat Menteri Pendidikan Mundur!

OPINI | 20 April 2013 | 08:45 Dibaca: 181   Komentar: 0   0

Caruk marut penyelenggaraan UN (Ujian Nasional) mulai dari distribusi, penundaan UN dibeberapa daerah dan lain sebagainya telah mendapat perhatian publik. Kemudian, pernyataan dari Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnamawati bahwa anggaran untuk penyelenggaraan UN 2013 sempat diblokir Kementerian Keuangan karena tidak sesuai dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 37 Tahun 2013 (Kompas, 20/4/2013).

Dengan kejadian ini terindikasi bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh gagal dalam melaksanakan fungsinya sebagai Menteri sehingga berimbas pada penyelenggaraan UN. Tidak hanya itu, kejadian memalukan ini juga mencoreng wajah Pemerintahan Presiden SBY.

Dengan rentetan kejadian diatas, maka pertanyaannya masih pantaskan Mohammad Nuh dipertahankan sebagai Menteri ? Tindakan SBY yang selama ini hanya memanggil Menteri yang bersangkutan, masih dirasa kurang efektif. Perlu suatu sikap yang lebih progresif lagi, yaitu  memberhentikan Menteri yang bersangkuatan dari jabatannya.

Atau kembali kepada Menteri yang bersangkutan. Jika tidak mau malu diberhentikan oleh SBY, alangkah lebih baiknya dengan legowo mengundurkan diri sebagai Menteri. Dengan demikian, maka Menteri tersebut telah menunjukkan sikap tanggung-jawabnya terhadap penyelenggaraan UN.

SBY harus memberikan perhatian terhadap masalah ini. Terutama menjelang Pemilu 2014 yang sudah didepan mata. Jika ingin menyelamatkan citra politiknya, masalah UN ini jangan sampai melebar kemana-mana.

Bagaimana pun UN telah menjadi tamparan kuat bagi penyelenggara negeri ini, terutama Menteri Pendidikan, Mohammad Nuh. Bahkan Salah seorang tokoh Sumatera Barat yang bernama Henry Dunan Sirait berkicau dalam jejaring sosial Facebook yang mengatakan ” tetap salut buat para siswa-siswi yang telah berjuang dan bergulat mengikuti UN, dan juga buat para guru /pengajar yang berusaha mengikuti rule of game. Tetapi tetap kecewa kepada Menteri Pendidikan dan jajarannya sampai kebawah dengan UN yang ambur-adul. Itulah potret dari negeri salah urus.. Teriak: Hapuskan UN !!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Sebenarnya, Berapa Sih Jumlah Caleg Gagal di …

Politik 14 | | 23 April 2014 | 14:46

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Salah Kasih Uang, Teller Bank Menangis di …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Hotman Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 20 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 22 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 22 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: