Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Abu Laka

Membaca, Menganalisis, Diskusi dan Menulis. Email: bangabu.98@gmail.com I Facebook: http://www.facebook.com/tuan.musafir I Twitter: https://twitter.com/Abulaka (@Abulaka) selengkapnya

Mengapa Harus Berorganisasi?

REP | 19 April 2013 | 23:49 Dibaca: 1002   Komentar: 0   0

Mengapa Harus Berorganisasi [1]

Oleh : Abu Laka [2]

Ber(orgnisasi). Nampaknya begitu mudah untuk melafalkan kata tersbut. Ketika orang menyebutkan berorganisasi, mungkin dalam benak kita, organisasi itu asyik. Karena, disana kita bisa mendapatkan banyak pengalaman, teman dan ilmu pengetahuan. Lantas pertanyaannya kenapa orang sedikit menentukan pilihan untuk terjun ke organisasi. Saya kira sahabat-sahabati sudah tahu jawabannya.

Untuk merespon realitas tersebut ada beberapa pertanyaan kritis yang patut kita tujukan pada orang-orang yang enggan berorganisasi atau kepada kita semua yang sudah berani berdialektika dalam organisasi (masyarakat). Pertanyaannya cukup sederhana: mengapa harus berorganiasi dan apa yang didapatkan berorganisasi ?

Fitro manusia tercipta dalam dua dimensi sebagai Kholifatul Ardhi. Pertama, sebagai makhluk individual. Kedua, sebagai manusia sosial–meminjam bahasa Plato, Zon politikun. Bicara dalam dimensi mahasiswa, maka kuliah merupakan implementasi dari ruang individu. Sedangkan berorganisasi legetimasi status mahasiswa sebagai makhluk sosial. Ruang bermasyarakat mahasiswa adalah organiasi. Dari ilustrasi tersebut dapat kita pahami bahwa oragnisasi dalam konteks akademik merupakan realitas kedua (the second reality) setelah pendidikan formal. Dengan demikian saya memaknai organisasi sebagai guru kehidupan.

Sahabat-sahabati boleh untuk tidak sepakat pada pendapat di atas, karena semuanya Penulis interprestsikan berdasarkan dari pengalaman yang didapat dari ruang dialektika yang selama ini saya jalani. Saya meyakini ketika kita memposisikan organisasi sebuah guru kehidupan, maka akan banyak pembelajaran yang kita dapatkan dalam berorganisasi. Bahkan Anda dapat merasakan manfaatnya dikehidupan nyata yang akan datang. Rasionalisasinya dapat kita jelaskan, dalam dimensi organisasi terdapat banyak hal, seperti tangung jawab, persahabatan, kebersamaan, dan juga bersentuhan dengan karakter manusia yang berbeda-beda baik suku, agama dan ras. Jika semua itu kita lalui dan kita rasakan, tentulah Anda akan mendapatkan jawabannya. Ingin tahu jawabannya. Aktiflah berorganisasi dulu !!! OK

Sekarang kita kembali pada posisi Anda sebagai mahasiswa yang memiliki nilai lebih dibandingkan dengan mahasiswa yang belum sempat berproses di BEM. Menjadi pengurus BEM berati Anda memegang tanggung jawab yang besar, dan semua mahasiswa MD menunggu kinerja Anda demi kemajuan bersama. Adanya Lembaga Kemahasiswaan (LKM) atas keyakinan kita bahwa Kampus merupakan miniatur Negara. Hal tersebut membuat konsensus bersama perlu adanya Lembaga yang menaungi kepentingan Mahasiswa. Sehingga kepentingan mahasiswa dapat diakomodir dan disampaikan pada pihak birokrasi.

Berangkat dari cita-cita founding fathers itulah sahabat-sahabati jangan sampai hanya mencari populeritas ketika duduk di pengurusan BEM, akan tetapi ada sebuah tanggung jawab besar yang harus dilaksankan demi kepentingan masyarakat MD. Maka, mencobalah selalu untuk konsisten dalam melaksanakan amanat yang diberikan oleh institusi (BEM). Yakinlah apa yang Kau lakukan hari ini, akan kau petik dikemudian hari. Bukankah hukum alam berjalan dengan keseimbangan. Lebih dari itu sejarah selalu mengenang Anda. Semoga.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berorganisai itu, AL :

* Seorang pemimpin tidak harus orang cerdas, tapi :

  1. Tanggung Jawab
  2. Pengalaman
  3. Loyalitas
  1. Integritas
  2. Mengayomi
  3. Kreatif

* Dimensi Organisasi

  1. Human Relation
  2. Administrasi
  3. Forum
  4. Link

* Element Administrasi :

  1. Program Kerja
  2. Surat-Menyurat
  3. Proposal
  4. Buku Induk dan Harian

Krapyak City, 3 April 2009

“Anda Boleh Bersekolah Setinggi-tingginya, Tapi Kalau Anda Tidak Berkarya, Maka Anda Akan Hilang Dari Masyarakat Dan Dari Sejarah”

(Pramoedia)


[1] Tulisan ini pernah disampaikan pada acara Up Grading dan Malam Keakraban Pengurus BEM-J MD Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

[2] Orang  yang suka berorganisasi dan pada hal-hal yang tidak biasa.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gayatri, Sang “Doktor Cilik” Itu Telah …

Randy Ghalib | | 24 October 2014 | 12:25

Ide Fadli Zon Bangun Perpustakaan & …

Hazmi Srondol | | 24 October 2014 | 08:54

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Tindak Pidana di Indonesia Masih Tinggi, Ini …

Joko Ade Nursiyono | | 24 October 2014 | 08:14

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Jokowi Marahin Wartawan …

Ifani | 6 jam lalu

Pelacur Berisi, Berintuisi di Dalam Selimut …

Seneng | 9 jam lalu

Jokowi Ngetest DPR …

Herry B Sancoko | 11 jam lalu

Jika Tak Lulus CPNS, Kahiyang Akan Jaga …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: