Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Denny Indrayana : “Pak Nuh Itu Salah 1 Menteri Terbaik”

OPINI | 18 April 2013 | 14:58 Dibaca: 588   Komentar: 12   0

Denny Indrayana menanggapi pernyataan salah seorang tweeps @imamstanley terkait permintaan mundur terhadap Mendikbud RI M Nuh yang dianggap gagal melaksanakan tugas menyelenggarakan UN serentak seluruh Indonesia pada hari senin tanggal 15 Maret 2013 dengan mengatakan : “@imamstanley maaf mas, tdak sesederhana yg anda bayangkan. Main2 pecat. Pak Nuh itu salah 1 menteri terbaik. Penuh dedikasi. Mslah pasti ada.”

Sebagai sesama anggota kabinet Indonesia bersatu II wajar-wajar saja Wamenkumham RI Denny Indrayana melakukan pembelaan terhadap Mendikbud RI M Nuh, dan suatu saat M Nuh pun akan membayarnya dengan ganti melakukan pembelaan terhadap Denny Indrayana apabila Denny Indrayana dipandang gagal dalam suatu program nasional sebagai wujud solidaritas sesama anggota kabinet.

Yang menjadi tidak wajar dan menjadi pertanyaan, justru Denny Indrayana mengatakan M Nuh salah satu menteri terbaik, lalu siapa menteri terbaik lainnya ? Berapa menteri yang masuk kategori terbaik ? Bukankah jika pakai istilah terbaik (ter=paling) berarti hanya M Nuh seorang saja ? Kecuali jika dikatakan M Nuh salah satu menteri yang baik, maka menteri lainnya ada yang baik dan ada yang buruk.

Apakah Denny Indrayana lupa bahwa mendikbud M Nuh sempat ramai juga didesak masyarakat untuk mundur namun selamat tidak sampai mundur, saat bulan september 2012 dalam waktu berdekatan, tawuran pelajar terjadi di banyak tempat dan menewaskan lebih dari 10 pelajar selama tahun 2012 saja.

Dalam suatu kesempatan bertemu dengan pelaku tawuran yang membunuh pelajar musuhnya di markas polres Jakarta Selatan, mendikbud M Nuh mengajukan pertanyaan kepada pelaku pembunuhan : “Puaskah anda setelah membunuh pelajar SMA lain?” Dan dijawab oleh pelaku “Puas”. Tak ada kah pertanyaan lain yang lebih pantas ditanyakan kepada pelaku pembunuhan tersebut, seperti : mengapa tawuran koq sampai membunuh? Mengapa membawa senjata tajam ke sekolah, seharusnya kan membawa peralatan sekolah? Siapa saja yang terlibat tawuran? Apakah guru-guru atau kepala sekolah mengetahui jika anda sering tawuran? Apakah sekolah pernah melakukan razia terhadap isi tas pelajar?

Pertanyaan-pertanyaan di atas lebih penting di tanyakan untuk pembenahan dan solusi supaya tidak terjadi tawuran lagi, dibanding pertanyaan puas atau tidak telah membunuh. Siswa pembunuh menjawab puas bukanlah jawaban sebenarnya, tapi jawaban kesal karena sang menteri sama sekali tak berempati dan mengerti tekanan yang dihadapinya akibat pemberitaan yang sangat luas.

Saya heran dan terus bertanya-tanya namun tidak menemukan jawaban, mendikbud M Nuh yang menghadapi pelajar pembunuh dalam tawuran saja tidak mampu memilih kata-kata yang pas dan gagal total dalam pelaksanaan UN serentak di seluruh Indonesia di katakan sebagai salah satu menteri terbaik. Ukurannya apa ? Kalo hanya penuh dedikasi, Ruhut Sitompul dan Sutan Bathoegana lebih berdedikasi kepada SBY dibanding M Nuh, angkat saja Ruhut atau Sutan sebagai pengganti M Nuh.

Satu hal lagi sebelum saya akhiri tulisan ini, Saya mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam diskusi saya dan teman-teman saat makan siang tadi terkait pernyataan Denny Indrayana bahwa M Nuh salah satu menteri terbaik. Cek it out :

Berapa menteri yang masuk kategori terbaik ? Siapa saja ?
Menteri di kabinet Indonesia bersatu ada 34 orang menteri. Saya akan memasukan 2 orang menteri sehingga menjadi 3 orang menteri yang bisa dikatakan terbaik. Ukurannya apa ? Ukurannya adalah menteri tersebut tidak terkena reshufle kabinet, dan tetap menduduki kursi menteri sejak kabinet dibentuk (tahun 1999) dan sampai saat ini masih duduk manis di kursi empuknya tersebut (ada 20 menteri), yaitu :

1. Menteri Pertanian Suswono
Begitu banyak masalah yang timbul seputar kementerian pertanian, termasuk ditangkapnya presiden PKS terkait kuota impor daging sapi, posisi Suswono tak tergoyahkan, karena ia salah satu yang terbaik.

2. Menko Perekonomian Hatta Rajasa
Ir Hatta Rajasa adalah Insinyur Teknik Perminyakan angkatan 1973 Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebelum menjadi menko perekonomian, Hatta Rajasa pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (2007-2009), Menteri Perhubungan (2004-2007), dan Menteri Negara Riset dan Teknologi(2001-2004).
Hatta Rajasa adalah besan SBY, anak ke 2 nya Aliya Radjasa menikah dengan Ibas Yudhoyono. Anak ke 4 nya Rasyid radjasa nabrak mobil orang lain di tol wiyoto wiyono dan menyebabkan 2 orang meninggal dunia, namun Rasyid Rajasa sukses tidak pernah merasakan dinginnya lantai dan dinding penjara 1 jam sekalipun. Oh iya, Hatta Rajasa membuat perekonomian Indonesia maju pesat, padahal ia backgroundnya ilmu tehnik bukan ilmu ekonomi.

Mudah-mudahan pilihan menteri terbaik versi saya tidak salah. 2 nama yang saya ajukan untuk melengkapi pernyataan Denny Indrayana yang mengatakan M Nuh salah satu menteri terbaik, sehingga disarankan jangan mundur atau jangan dipecat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kuliner: Dari Mesir ke Yordania Bersama …

Andre Jayaprana | | 20 September 2014 | 18:49

Judika Bangga Membagikan Budaya di Rising …

Sahroha Lumbanraja | | 20 September 2014 | 23:05

Asian Games 2018, tantangan bagi Presiden …

Muhamad Kamaluddin | | 21 September 2014 | 04:34

Bingung Mau Buka Usaha Apa? Ini caranya …

Yos Asmat Saputra | | 21 September 2014 | 06:39

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 4 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 16 jam lalu

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 jam lalu

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 22 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 20 September 2014 08:47


HIGHLIGHT

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 8 jam lalu

Jangan Sampai Pemerintahan Jokowi-JK …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Puisi: Angin Generasi …

Wiwin Purwosetiono | 9 jam lalu

Biang Macet Kota Bogor …

Cucum Suminar | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: