Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Edi Abdullah

RIWAYAT PEKERJAAN. 1. DOSEN PADA UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR TAHUN 2008-2011. 2.DOSEN PADA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR. selengkapnya

Seni Mengendalikan Kekuasaan,Memperoleh, serta mempertahankan kekuasaan,wajib dibaca Gubernur,Bupati,walikota, hingga Presiden, dan siapaun yg menjadi pemimpin pada saat ini

OPINI | 18 April 2013 | 06:13 Dibaca: 375   Komentar: 0   0

sumber photo;partawinta.wordpress.com

Sebenarnya Strategi Hukum kekuasaan ini .banyak mendapat tantangan dari berbagai piihak mungkin juga dari anda. namun tak jarang Juga beberapa penguasa didunia bahakan di indonesia mungkin saja ada beberapa kepala daerah menggunakan Hukum kekuasaan ini untuk memperkuat cengkraman dinasti kekuasaannya ,meskipun Penulis bukan penguasa daerah namun Penulis pernah menjadi penguasa organisasi kemahasiswaan ketika masih mahasiswa, dan perna menjadi Dosen yg disegani mahasiswa. dan yg hebat lagi saya ternyata adalah raja buat diri saya sendiri,termasuk kemana saya melangka semua saya yg tentukan,bagaimana dengan anda?

Setiap orang pasti ingin menjadi penguasa atau pemimpin namun tidak semua orang bisa menjadi pemimpin karna menjadi pemimpin adalah bakat namun sebaliknya menjadi pemimpin hebat bisa dipelajari. Machievelli misalnya sang pelopor teori kekuasaan dia mengatakan jika negara ingin kuat maka rakyat harus lemah sebaliknya jika rakyat yang kuat maka negara akan lemah. teori machievelli ini masih digunakan oleh beberapa negara di dunia.selain itu  lambang Patung Spink yg ada didepan piramida mesir  menggambarkan bagaimana seharusnya seorang penguasa yg kuat. spink adalah patung singa berkepala manusia,yg mengandung makna bahwa seorang penguasa harusk kuat seperti singa dan memiliki kecerdasan berpikir seperti manusia yg bijak,licik, serta terampil mengatur strategi mempertahankan kekuasaannya.

untuk menjadi penguasa yg hebat ada baiknya bagi anda yg sedang berkuasa pada saat ini mengerti dan mempelajarai Prinsip_prinsip hukum kekuasaan ini ,yg digunakan sejak jaman dahulu hingga sekarang adapun Prinsip-prinsip mengendalikan, memperoleh serta, mempertahankan kekuasaan .adalah sebagai berikut:

1)  Jangan pernah terlihat lebih baik dari atasan Anda.
2) Jangan pernah terlalu mempercayai teman,tetapi pelajarilah cara memaafkan musuh.
3) Sembunyikan niat Anda.
4) Senantiasalah bicara lebih sedikit dari pada yang diperlukan
5) Begitu banyak hal tergantung dari reputasi_jagalah repotasi Anda dengan nyawa Anda.
6) Carilah perhatian berapa pun harga yang harus dibayar.
7) Mintalah orang lain bekerja keras bagi Anda,tetapi senantiasalah terima pujian atas kerja keras mereka.
8) Usahakan agar orang lain mendatangi Anda menggunakan umpan bila perlu
9) Raihlah kemenangan lewat tindakan Anda,jangan pernah menang lewat perdebatan.
10) Infeksi: Hindarilah orang-orang yang tidak bahagia dan sial.
11) Usahakan agar orang lain tetap tergantung kepada Anda.
12) Pergunakan kejujuran dan kemurahan hati selekti untuk memperdaya korban Anda.
13) Saat meminta bantuan,pancinglah kepentingan orang lain,jangan pernah pancing belaskasihan atau rasa syukur mereka.
14) Berperanlah sebagai seorang teman,bekerjalah sebagai semata-mata.
15) Hancurkan musuh Anda secara total.
16) Pergunakan ketidakhadiran Anda untuk meningkatkan respek dan penghormatan.
17) Usahakan agar orang lain selalu merasakan teror:kembangkan aura tak bisa ditebak.
18) Jangan bangun benteng untuk melindungi diri sendiri isolasi adalah sesuatu yang berbahaya.
19) Ketahuilah siapa yang Anda hadapi jangan singgung perasaan orang lain.
20) Jangan berkomitmen kepada siapa pun.
21) Berpura-puralah menjadi orang tolol untuk menangkap seseorang yan tolol,berilah kesan bahwa Anda lebih bodoh dari pada sasaran Anda.
22) Maafkan taktik menyerah: ubah kelemahan menjadi kekuatan
23) Himpun kekuatan Anda
24) Berperanlah sebagai seorang penghuni istana yang sempurna
25) Ciptakan kembali diri Anda sendiri
26) Jagalah agar kedua tangan Anda tetap bersih.
27) Permainkan kebutuhan orang lain untuk mempercayai sesuatu untuk menciptakan pengikut setia.
28) Bertindaklah dengan berani.
29) Buatlah rencana hingga tuntas.
30) Berilah kesan bahwa prestasi Anda tampaknya mudah skali dicapai.
31) Kendalikan pilihan pilihan anda.surulah orang lain bermain dengan kartu yang anda bagikan.
32) Bermainlah sesuai fantasi orang lain.
33) Ketahuilah kelemahan setiap orang.
34) Jadilah seorang bangsawan dengan cara Anda sendiri:Bersikaplah bak seorang raja agar diperlakukan seperti seorang raja.
35) Kuasailah seni memilih waktu yang tepat.
36) Sepelehkan hal-hal yang tidak bisa anda miliki:Mengabaikan mereka adalah pembalasan dendam terbaik.
37) Ciptakan tontonan yang memikat
38) Berpikirlah sesuka Anda,tetapi bersikaplah seperti orang lain
39) Aduk-aduk air yang menangkap ikan
40) Bencilan segala hal yang diperoleh dengan Cuma-Cuma
41) Hindarilah pengambilan alih posisi seseorang yang hebat.
42) Serangla gembalanya, maka domba-dombanya pasti berhamburan.
43) Kenalilah hati dan fikiran orang lain
44) Perdaya dan pancing amarah orang lain dengan efek cermin.
45) Sampaikan ceramah tentang kebutuhan untuk merubah,tetapi jangan pernah lakukan reformasih dalam terlalu banyak bidang kehidupan dalam waktu singkat.
46) Jangan pernah terlihat terlalu sempurna.
47) Jangan melebihi sasaran yang telah Anda tentukan; dalam hal kemenangan,belajarlah untuk tahu kapan Anda harus berhenti
48) Jadilah seperti uap yang tak berbentuk.

sumber referensi: 48 hukum kekuasaan penulis robert green penerbit kharisma group.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Generasi ‘Selfie’: Bisakah Diandalkan? …

Fandi Sido | | 17 April 2014 | 11:02

Final BWF World Junior Championship 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 17 April 2014 | 22:38

Di Saat Tidak Ada Lagi yang Peduli dengan …

Thomson Cyrus | | 17 April 2014 | 17:39

Jalur Linggarjati Gunung Ciremai Nan Aduhai …

Agung Sw | | 18 April 2014 | 01:24

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Manuver Amien Rais Menjegal Jokowi? …

Pecel Tempe | 5 jam lalu

Jokowi di Demo di ITB, Wajarkah? …

Gunawan | 14 jam lalu

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 15 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 23 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: