Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Tri Utami

Dear mom...one day..I'll make you proud. I promise

Sistem Pemerintahan Demokrasi

OPINI | 12 April 2013 | 02:17 Dibaca: 5759   Komentar: 1   0

Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang kekuasaannya berasal dari rakyat. Dalam demokrasi, rakyat memiliki hak untuk menyuarakan pendapatnya. Sehingga tidak ada sistem pemerintahan yang otoriter. Jika ada perbedaan pendapat, dapat diselesaikan dengan cara musyawarah, atau dengan perhitungan jumlah suara untuk memilih opsi tertentu. Prinsip pada demokrasi adalah adanya kesamaan rakyat didalam hukum. Sehingga tidak ada yang lebih diistimewakan atau dikesampingkan dalam hukum.
Pada masa pemerintahan orde baru, sistem pemerintahan di Indonesia adalah sistem otoriter. Presiden dipilih MPR, bukan oleh rakyat. Sehingga masa jabatan presiden sangat lama. Seperti Soeharto yang menjabat sebagai presiden selama 32 tahun. Selain itu, presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, tidak dapat diganggu-gugat wewenangnya. Sehingga tidak ada check and balance dalam pemerintah. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia terperosok ke dalam krisis moneter pada tahun 1997 dan 1998.
Pasca reformasi, Indonesia menganut sistem pemerintahan demokrasi. Ada perubahan sistem yang signifikan. Presiden dipilih melalui pemilihan umum. Sehingga rakyat Indonesia berhak menentukan siapa yang akan menjadi pemimpinnya. Selain itu rakyat bebas menyuarakan pendapatnya melalui surat kabar, acara televisi, maupun demonstrasi di kantor instansi pemerintah untuk menyurakan pendapatnya. Akan tetapi fenomena yang terjadi saat ini sangat ironis. Hal ini karena demokrasi yang melewati batas. Rakyat cenderung tidak memiliki etika dalam menyuarakan pendapatnya. Setiap hari di surat kabar ataupun di televisi, selalu dimuat berita tentang demonstrasi. Bahkan mahasiswa sendiri, tidak segan-segan melakukan demonstrasi jika tidak setuju terhadap peraturan kampusnya. Contoh yang paling terakhir adalah rencana demonstrasi masal mahasiswa untuk menurunkan pemerintah SBY-Boediono.
Pertanyaannya apakah ini yang diinginkan dari demokrasi? Sistem demokrasi yang sekarang berlaku tidak berjalan sebagaimana mestinya. Rakyat cenderung mengesampingkan peran pemerintah sebagai regulator dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini menyebabkan tingkat kesejahteraan di Indonesia belum meningkat. Rakyat seharusnya mendukung pemerintah yang berkuasa pada periode ini supaya dapat bekerja dengan baik. Dengan demikian tercipta masyarakat Indonesia yang sejahtera.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengenal Queenindo: Komunitas Pecinta Band …

Handy Fernandy | | 26 January 2015 | 09:12

Presiden Jokowi, KPK Tidak Sejajar dengan …

Jimmy Haryanto | | 26 January 2015 | 05:01

Terjebak di Perseteruan Kepentingan Politik; …

Nararya | | 26 January 2015 | 01:21

Bromo: Andai Saja Pemerintah (Lebih) Peduli …

Suko Harsono | | 26 January 2015 | 07:31

Cara Membuat Irigasi Tetes Hemat Biaya …

Bang Pilot | | 26 January 2015 | 01:09


TRENDING ARTICLES

Membongkar “Kemunafikan” Pimpinan KPK …

Sang Pujangga | 10 jam lalu

Kontrak Freeport Diperpanjang, KPK vs Polri …

Kevinjulianto | 11 jam lalu

Abraham Samad Libatkan TNI Apa Ngga Salah? …

Pamanat Sihombing | 12 jam lalu

Budi Gunawan Dilantik? Rakyat Tidak Jelas …

Ninoy N Karundeng | 13 jam lalu

BG Tersangka, BW Tersangkut, BH Berusaha …

Adi Supriadi | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: