Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Ay_satriya Tinarbuka

Mahasiswa abadi jurusan Filsafat Sastra Mesin di kampus kehidupan ... :D

Jokowi dan Bukti Konspirasi Bank Dunia?

OPINI | 05 April 2013 | 04:06 Dibaca: 1403   Komentar: 0   1

Membaca berita tentang Jokowi pengen menolak pinjaman dari Bank Dunia, hati ini langsung sumringah dan di dalam benak teringat tulisan berjudul “IMF dan Wapres: Jangan Bodohi Kami Lagi Ya!

Saya tidak anti-pati pada pinjaman dari lembaga keuangan internasional (IMF dan Bank Dunia/World Bank). Hanya saja, kita harus mampu memilih jenis pinjaman yang paling banyak memberikan manfaat, dan juga mampu mengelola pinjaman agar benar-benar bermanfaat. Jika kita mengambil pinjaman yang kemanfaatannya kecil trus masih dikorupsi pula, bagemana jadinya?

Penolakan Jokowi dan Ahok pada pinjaman Bank Dunia sepertinya membuka kedok konspirasi lembaga keuangan internasional. Pemerintah DKI ditekan dan didikte oleh Bank Dunia kalo mau dapet pinjaman. Seakan-akan Bank Dunia lebih tahu tentang Jakarta dibanding Jokowi dan Ahok. Padahal saya tidak yakin kalo petinggi Bank Dunia pernah berdesak-desakan di dalam metromini kayak Jokowi …

Mungkin Bank Dunia tidak bermaksud melakukan konspirasi untuk menjebak Indonesia dalam belitan hutang, Bank Dunia hanya menerapkan standar yang terlalu tinggi untuk pengelolaan utang. Tapi apapun maksud Bank Dunia, yang penting jangan sampai kita terjembab dalam jebakan hutang.

Agar lolos dari jebakan hutang, kita perlu menempatkan pembahasan tentang “teori konspirasi” ┬ápada tempatnya. Pembahasan teori konspirasi akan membuat kita lebih waspada dalam menerima tawaran dari berbagai lembaga asing. Jika kita bahas pada tempatnya, maka kita bisa merancang strategy pengelolaan penawaran agar memberikan manfaat maksimal tanpa merugikan ┬ápihak lain.

Eh, kok saya merasa percuma menulis artikel ini di kompasiana yah … Beberapa waktu lalu, ada kompasianer menuliskan tentang John Perkins, seorang economic hitman yang berhasil membuat Indonesia gemar berhutang. Tulisannya terlalu bombastis memang, saya pun segera login untuk kasih komentar agar pembahasan jebakan utang bisa proporsional. Tapi ternyata tulisan itu sudah dihapus admin. Jadi saya curiga, jangan-jangan Admin Kompasiana adalah antek lembaga keuangan global, hehehe …. pisss Bung Ngademin ….

Jadi, daripada menulis dengan perasaan bahwa tulisan ini bakal dihapus admin, maka saya cukupkan sekian saja …

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ini Curhat Saya dan Curhat Pak Ganjar …

Ratih Purnamasari | | 28 November 2014 | 07:28

Golkar Pecah, Diprediksi Ical Akan Kalah, …

Prayitno Ramelan | | 28 November 2014 | 06:14

Ditangkapnya Nelayan Asing Bukti Prestasi …

Felix | | 28 November 2014 | 00:44

Masih Perlukah Pemain Naturalisasi? …

Cut Ayu | | 28 November 2014 | 08:26

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08



HIGHLIGHT

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 7 jam lalu

Undangan Kopdar di Mataram dan Jambi …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Bias Patriakhi Wacana Pemotongan Jam Kerja …

Felix | 8 jam lalu

Anomali Tabiat Politik Aburizal Bakrie …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Catatan Lumpur dan Buku Potret Lumpur …

Kembang_jagung | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: