Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Priadarsini (dessy)

penikmat jengQ, pemerhati jamban, penggila serial Supernatural, pengagum Jensen Ackles, penyuka novel John Grisham, pecinta selengkapnya

Sudah Cukup Efektifkah Pendaftaran Paspor Online?

OPINI | 26 February 2013 | 14:21 Dibaca: 4682   Komentar: 67   7

Saya baru sekali ke Luar Negeri (LN). itu pun gratisan. Karena waktu itu ada sekitar 20 orang yang ikutan jalan-jalan, jadi yang tidak punya paspor yang ngurusin pihak agen perjalanan wisata, jadi saya tinggal datang untuk wawancara saja. Tak terasa sudah 5 tahun berlalu, itu artinya paspor saatnya di perpanjang (asal nggak jadi tambah panjang 46cm aja.. #eh)

Ceritanya cari-cari info gimana caranya bikin paspor. Eh ternyata bisa daftar online, tinggal bawa dokumen asli saat wawancara. Akhirnya saya iseng-iseng nyoba daftar online. Caranya ternyata gampang, yuk cekidot:

1. Buka website www.imigrasi.go.id pilih Layanan Publik seperti gambar berikut:

1361857931328123379

Sepertinya websitenya baru saja ganti tampilan, karena saat saya mengajukan pembuatan paspor di        bulan Januari tampilannya masih seperti dibawah ini:

13617682882086035639

2. Untuk paspor pribadi pilih “Pra Permohonan Personal”

13618597991397949114

3. Isi data-data pribadi ada pada tempat yang telah disediakan seperti pada gambar berikut

1361768303296266223

1361768315379061282

13617683311117331653

4. Upload dokumen yang diperlukan, bila daftar baru dokumen yang diperlukan KTP, KK (Kartu Keluarga), Akte Lahir/Ijasah/Surat Nikah, Surat Rekomendasi dari kantor atau yang sejenis atau dari sponsor, sedang bila perpanjangan upload juga paspor lamanya.

13617683442058505396

Bila sudah selesai upload akan tampil seperti ini:

1361768382844505324

5. Pilih Kanim (Kantor Imigrasi) yang kita kehendaki dan pilih tanggal wawancara

1361768406371195817

6. Dan print tanda terima pra permohonan nya

13618595121419926490

Gampangkan?! Perhatikan catatan di Tanda Terima Pra Permohonan, syaratnya hanya datang sesuai tanggal dan bawa dokumen persyaratan yang asli dan tanda terima pra permohonan.

Lalu datanglah saya pada tanggal yang sudah dipilih itu. Ternyata sampai disana harus mengisi formulir dan formulir itu isiannya sama persis dengan isian data di point 3. Data-data dalam ketiga gambar di point 3 itu pun harus diisi secara manual.

Akan lebih mudah bila pendaftaran paspor secara online ini, data isian yang di input secara online tersebut bisa di print dengan format yang sama dengan formulir yang diisi secara manual. Seperti halnya kita mendaftar NPWP secara online. Jadi tidak perlu mengisi dua kali, secara online dan secara manual.

Selanjutnya ternyata ada surat pernyataan yang harus di tanda tangan di atas materai. Sementara syarat di atas tidak diberitau untuk membawa materai. Ini pun sebaiknya menurut saya, bisa di isi secara online, atau form nya bisa di download dari website, sehingga bisa langsung diisi dan diberi materai juga sekaligus di tanda tangan. Agar bisa efisiensi waktu.

Kemudian setelah mengisi semua formulir tersebut, ternyata itu dokumen tidak hanya yang asli saja, tapi harus ada fotokopinya juga. Padahal syarat di tanda terima pra permohonan hanya menyebutkan dokumen asli. Apalagi sudah dokumen sudah di upload, jadi saya pikir, nggak mungkin harus bawa fotokopiannya juga.

Jadilah lama di sana karena bolak balik, nyari yang jualan materai, nyari fotokopian. Sesudah semua lengkap, saya ke loket khusus melayani pendaftaran paspor secara online. Dan petugas di loket menanyakan Akte Lahir saya. Ternyata “Akte Lahir/Ijasah/Surat Nikah”, itu bukan pilihan. Melainkan yang paling utama Akte Lahir, kalau tidak ada baru Ijasah, kalau tidak ada juga baru “Surat Nikah”. Sementara saya memasukan datanya Ijasah, dan saya tidak bawa Akte Lahir.

Padahal kalau semua data saya lengkap, saya bisa wawancara hari itu juga. Berhubung rumah saya di Bekasi, terlalu jauh untuk balik ke rumah mengambil Akte Lahir. Akhirnya saya kembali lagi besoknya.

Kemudian saya langsung ke loket pembayaran, biayanya Rp. 255.000,-. Lumayan antriannya. Tapi termasuk cepat, saya dapat nomor selisih 30 dengan nomor yang lagi di panggil, ngantri sekitar 35 menit. Dan saat wawancara lebih cepat lagi ngantrinya, dapat nomor selisih 30 an juga dengan nomor yang lagi di panggil, hanya nunggu 20 menit. Proses wawancara pun cepat.

Sebenarnya paspor jadi 4 hari setelah wawancara, tapi berhubung pas 4 hari itu Jakarta banjir, saya jadi nggak ambil paspor, akhirnya mundur-mundur terus, karena di kantor juga lagi sibuk. setelah sebulan baru saya ambil. Dan saat mengambil paspor pun tidak mengantri terlalu lama, hanya 15 menit.

Sayangnya sesudah saya mengurus perpanjangan baru dapat info di twitter dari Wamen Kementerian Hukun dan HAM, kalau ternyata untuk perpanjangan paspor bisa sehari jadi, tapi sementara di Kanim Jakarta Pusat dan Kanim Jakarta Barat. Telat taunya.

13618625801441963053

Saran-saran tersebut, sudah saya tulis dalam selebaran saran dan kritik, yang diberikan petugas disana. Kalau mengenai pelayanan sudah cukup memuaskan. Semoga ke depan pengurusan paspor secara online bisa lebih efektif dan efisien lagi.

____

Semua gambar hasil screenshot pribadi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Ratu Atut Divonis Empat Tahun Namun Terselip …

Pebriano Bagindo | 12 jam lalu

Katanya Supercarnya 5, Setelah yang Bodong …

Ifani | 12 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 13 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: