Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

'acha 'muh Arsad

Alumnus FISIPOL dan MM UGM, Kepala BKD Kepulauan Selayar versi Putusan PTUN Makassar dan telah selengkapnya

Tim Media Bupati Kepulauan Selayar Kebakaran Jenggot di Kompasiana

OPINI | 20 February 2013 | 05:26 Dibaca: 509   Komentar: 0   0

Akun palsu “Muhammad Arsyad” yang menggunakan foto “Gubernur Sulawesi Selatan SYAHRUL YASIN LIMPO sebagai foto profilnya”, memosting dua tulisan di Kompasiana, masing-masing berjudul “Maaf Saya Yang Hanya Dendam dan Sakit Hati” tanggal 16 Pebruari 2013, yang dilanjutkan dengan tulisan “KOMPASIANA JADI MEDIA BALAS DENDAM YG MURAH DAN MUDAH” tanggal 18 Pebruari 2013. Kedua postingan akun palsu “Muhammad Arsyad” yang mencoba beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan merubah wujud menjadi “Muh. Arsad” yang sesungguhnya sebagai rival berat Bupati Kepulauan Selayar alias pemilik akun ‘acha’muh Arsad di Kompasiana. Sayangnya, kedua tulisan itu sangat jauh kualitasnya dari tulisan-tulisan yang saya posting, baik dari sudut tata kata dan kalimat, maupun dari uraian fakta yang disajikan, sehingga teman-teman di dunia maya yang sempat membaca kedua tulisan tersebut menjadi terbahak-bahak membacanya.

Tulisan ini tidak bermaksud membahas kedua tulisan akun palsu “Muhammad Arsad” itu, karena disamping tulisan itu tidak berdampak apa-apa terhadap perkara saya dengan Bupati Kepulauan Selayar, apalagi merubah skor kemenangan saya terhadap Bupati Kepulauan Selayar 3-0 di PTUN. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa tulisan-tulisan saya di Kompasiana ini bukanlah suatu upaya “balas dendam” terhadap pemecatan saya sebagai Kepala BKD Kepulauan Selayar oleh Bupati, tetapi tulisan-tulisan saya tentang Bupati Kepulauan Selayar disini hanya upaya sosialisasi kepada masyarakat tentang apa sebenarnya yang terjadi dengan Bupati Kepulauan Selayar. Hal ini saya tulis di Kompasiana karena media lokal terutama media massa cetak atau koran yang ada di Selayar semuanya sudah dikontrak oleh Bupati dengan bayaran ratusan juta rupiah sehingga media ini tidak mampu melaksanakan fungsi kontrolnya terhadap pemerintahan Bupati Kepulauan Selayar yang amburadul dan penuh pelanggaran hukum. Tentunya termasuk media on-line yang beroperasi di Selayar terutama yang berada dibawah naungan MCI sebagai Tim Media alias Humas Eksternal Bupati Kepulauan Selayar. Hidup mati media on-line di Selayar ini sangat tergantung dari belas kasihan Bupati Kepulauan Selayar.

Tulisan-tulisan saya di Kompasiana ini ternyata telah membuat Bupati Kepulauan Selayar bersama keluarga dan kroninya “kebakaran jenggot”, termasuk Tim Media On-linenya yang memiliki keahlian membuat akun-akun palsu. Apalagi akhir-akhir ini, tulisan-tulisan yang saya posting di Kompasiana telah memulai babak baru dengan judul-judul yang lebih lebih menyeramkan dan meresahkan mereka, misalnya tulisan dengan judul “Kejagung : Ada Apa Dengan Bupati Kepulauan Selayar”, yang dilanjutkan dengan tulisan “Kejagung Periksa Dugaan Korupsi dan Pencucian Uang Bupati Kepulauan Selayar”.

Terkait dengan tema-tema baru tulisan saya tersebut, Harian Cakrawala Makassar edisi Senin 18 Februari 2013 memuat berita “Kejagung Panggil Pengusaha Selayar untuk Bersaksi”. Pemanggilan tersebut terkait dengan Surat Perintah Penyelidikan (SPRINDIK) Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Republik Indonesia No. Print-136/F.2/Fd.1/11/2012 tanggal 9 Nopember 2012 tentang Penyelidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang yang dilakukan oleh Drs. H. SYAHRIR WAHAB, MM (Bupati Kab. Kep. Selayar). Dilanjutkan dengan berita Koran Tempo Makassar, Selasa 19 Pebruari 2013 berjudul “Keberadaan Bupati Kepulauan Selayar Tak Jelas”, yang menguraikan bahwa sejak tanggal 27 Januari 2013 Bupati Kepulauan Selayar meninggalkan Selayar menuju Jakarta dan sampai tanggal 19 Pebruari 2013 belum kembali ke Selayar atau sudah sekitar tiga minggu Bupati meninggalkan kampunya tanpa penjelasan yang pasti kepada masyarakat Selayar. Para pejabat Pemda yang dikonfirmasi memberi jawaban yang bermacam-macam, mulai dari Bupati berada di Makassar sampai dengan Bupati sedang berobat ke Singapura, bahkan info terakhir mengatakan bahwa Bupati sekitar tanggal 20 – 21 Februari 2013 ini sedang menghadap Penyidik Kejagung di Jakarta.

Berita media yang semakin panas memberitakan tentang Bupati Kepulauan Selayar pasca jatuhnya yang bersangkutan di tempat tidur di salah satu hotel di kawasan Jakarta Selatan pada tanggal 28 Januari 2013 lalu, dan sempat dioperasi ringan di RS Pondok Indah karena lengan sebelah kiri dikabarkan patah, membuat seluruh keluarga dan kroninya kelimpungan bahkan terkesan mulai ketakutan terhadap SPRINDIK Kejagung, apalagi besok Kamis 21 Februari 2013 di Kejari Selayar akan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi di luar organisasi Pemda Selayar yaitu Pengusaha atau rekanan yang pernah mendapat pekerjaan proyek dari Bupati Kepulauan Selayar.

Oleh karena itu, sangat wajar apabila kemudian Tim Media SYAHRIR WAHAB termasuk akun palsu “Muhammad Arsad” bersama seluruh kru-nya “kebakaran jenggot” dan menyerang Kompasiana dengan postingan “KOMPASIANA JADI MEDIA BALAS DENDAM YG MURAH DAN MUDAH”, tidak sama dengan Media On-line yang mereka kendalikan seperti Media Selayar, Kabar Selayar, Selayar Terkini, MediaContrend Indonesia yang sangat sulit dan mahal karena telah dikontrak oleh Bupati Kepulauan Selayar dengan nilai kontrak ratusan juta rupiah.

Hehehe, mohon maaf karena saya tidak berminat menulis di media anda yang jangkauan pembacanya hanya lokalan Selayar, dan beritanya cuma keberhasilan Bupati Kepulauan Selayar melulu, padahal secara nyata yang terjadi bahkan sebaliknya….

Selayar, 20 Pebruari 2013

Muh. Arsad

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 4 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 5 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 7 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 7 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Sayang Dijadikan Sebuah Alasan Untuk …

Fairusyifa Dara | 7 jam lalu

Semarak Pesta Rakyat Situ Bungur (Bingkai …

Agung Han | 8 jam lalu

Kenapa Lebih PD Dengan Bahasa Asing Dari …

Seneng | 8 jam lalu

Car Free Day Bukan Solusi …

Nitami Adistya Putr... | 9 jam lalu

ATM Susu …

Gaganawati | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: