Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Ridha Em

Pemungut Ide. Founder KITRA TNI POLRI @Kitra_indonesia Pusat Advokasi Haji PUSAKA INDONESI Email: Kitra@outlook.co.id masih Memimpikan selengkapnya

Intip Malinda Dee Menindih Suryadharma

OPINI | 10 February 2013 | 21:56 Dibaca: 3706   Komentar: 0   0

Pengendapan Dana Haji hingga 50 Triliun memicu Perburuan dari lembaga-lembaga Perbankan,  erotisnya jumlah dana Haji sehingga dengan mudah memancing syahwat para pengelola lembaga keuangan, pihak kemenag  yang menyadari kesempatan eksotis tersebut tentu tidak akan tinggal diam, zona yang sangat aman mengeruk dana haji tanpa ada pertanggung jawaban membuat sensasi perselingkuhan antara pihak kemenag dan lembaga keuangan akan sarat intrik dan penuh gelora berapi-api. Berbagai Gratifikasi Uang, Rumah, Mobil hingga Sex dilancarkan, Perjanjian gelap, serta beragam Modus antara oknum kemenag SDA dan Lembaga Keuangan seolah akan menjamin tidak terbongkarnya perselingkuhan yang penuh sensasi kenikmatan.

Dugaan bank bukopin memberikan gratifikasi alias suap kepada pejabat-pejabat kementerian Agama dengan modus berikan kompensasi atas pengendapan dana haji, Fee yg delik pidana gratifikasi itu dibagi-bagikan Bukopin kpd pejabat-pejabat  kementerian agama yg dihitung berdasarkan besaran dana setoran haji.  Menurut PPATK , praktek suap kpd pejabat2 Kementerian agama yg bersumber dari bunga dana setoran haji bnyk terjadi, Fee yg berasal dari pendapatan bunga yg tdk tercatat di bank2 Pelaksana SISKOHAJ yg menerima setoran dana haji calon jamaah Seperti kita ketahui, setoran dana haji dari calon jamaah, secara “resmi” tidak diberikan bunga atas dana tsb oleh bank pelaksana.

Padahal bank2 pelaksana penerima setoran dana haji tsb menerima setoran trilunan rupiah setiap tahunnya dari ratusan ribu Calhaj, PPATK menemukan adanya catatan ganda dlm perhitungan bunga dana setoran haji itu di hampir semua bank-bank pelaksana.

Perburuan dana Haji oleh bank-bank dengan melancarkan gratifikasi Sex dapat diendus lewat Kasus Melnda Dee, Citibank menggunakan pesona  Melinda, selama 4 tahun Melinda diperintahkan melakukan segala cara agar dapat menarik dana dari nasabah berkelas.

Citibank memperalat Malinda, Malinda kan dipaksa menjadi pelacur, untuk mencari bapak-bapak, babe-babe yang banyak duit, pernyataan Pengacara Malinda Dee terkait upaya pembelaan pada kliennya. dari jasa Malinda, Citibank telah diuntungkan. Atas jasa Malinda sekitar 200 orang telah berhasil diyakii untuk menjadi nasabah Citigold Prioritas. Atas hal itu Citibank disebut mereguk keuntungan hingga triliun-an rupiah.

Fenomena gratifikasi baik lewat tawaran dana dan kelihaian marketing sekelas malinda Dee sudah barang tentu mengelilingi pejabat kementerian Agama, 50 triliun dana haji tentu akan membuat para marketing cantik dan sexy menggunakan pesonanya demi menggaet dana haji di rekening pejabat kementerian Agama, segala fasilitas kenikmatan ragawi disiapkan untuk memenuhi selera berkelas para pemegang dana haji yang sangat bombastis.

Tentu Ada banyak sosok malinda dee yang berkeliaran mencari peluang menggaet dana haji di rekening pejabat kementerian Agama, eksotisnya pesona sosok mereka mampu menghentakkan syahwat pemegang dana haji. Penawaran bunga dana haji plus goyangan mesum KAKI TANGAN pionir bank bergentayangan di sekeling kementerian AGAMA secara nyata menjadi godaan dahsyat dana haji yang dikumpulkan dari keringat para calon haji.

Sangat disayangkan memang, Dana haji yang penuh keringat peluh para calon haji malah diendapkan direkening lembaga agama yang sama sekali bukan lembaga keuangan,  irasionalitas kementerian agama menarik dana rakyat atas nama TUHAN cukup menebar teror bagi umat tapi sekaligus memicu bank-bank menebar godaan dan goyangan pada oknum pejabat lembaga Agama.

Erotiknya Goyangan efek 50 triliun dana haji berikut kemewahan yang dapat diperoleh maka sangat wajar jika menteri Agama Suryadharma beserta partai pendukungnya menebar ancaman kepada Rakyat,  Suryadharma mengancam apabila pendaftaran haji dihentikan maka biaya haji pasti akan sangat mahal.  Ancaman yang sangat tendensius dan penuh aroma kemarahan sekaligus membuka borok  kesesatannya sendiri, sebab Ajaran Agama telaah melarang untuk memastikan sesuatu; sebab Kepastian adlah Otoritas Tuhan.

Bahan Bacaan :

http://politik.kompasiana.com/2013/01/06/selingkuh-ala-kemenag-sda-521866.html

http://chirpstory.com/li/24822

http://kliping-ber1ta.blogspot.com/2012/02/malinda-dee-melacur-demi-citibank.html

http://www.beritasatu.com/hukum/33136-menag-moratorium-calon-haji-bikin-mahal-biaya-bpih.html

http://www.fajar.co.id/read-20110921005312-mulai-r-hartono-hingga-adik-ipar-ical


 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengintip Penambangan Batu Mulia Indocrase …

Syukri Muhammad Syu... | | 01 February 2015 | 11:47

Bedanya Menyisihkan dengan Menyisakan (Uang) …

Rokhmah Nurhayati S... | | 01 February 2015 | 09:26

Telisik Dirilah saat Anak Membangkang! …

Muhammad Armand | | 01 February 2015 | 14:14

Mengejar Jodoh Ala Anak Muda Saudi …

Mariam Umm | | 31 January 2015 | 19:56

Anggota DPR Dilarang “Ngartis”, …

Kompasiana | | 30 January 2015 | 12:24


TRENDING ARTICLES

Mitologi Jawa dalam Kepemimpinan Jokowi …

Musri Nauli | 17 jam lalu

Sebab Senyapnya KMP di Kegaduhan …

Pebriano Bagindo | 18 jam lalu

Titik Temu, Catatan Kritis untuk Mata Najwa …

Mahi Baswati | 23 jam lalu

Siapa Adu Domba Jokowi dan Megawati? …

Nusantara Link | 31 January 2015 15:16

Menyorot Sisi Humanitas Kisruh Sawito, Samad …

Nararya | 31 January 2015 14:19


Subscribe and Follow Kompasiana: