Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Ridha Em

Pemungut Ide. Pusat Advokasi Haji PUSAKA INDONESIA @pusaka_ri http://pusatadvokasihaji.webs.com/ Email: Pusaka_indonesia45@yahoo.com masih Memimpikan Pancasila sebagai Resolusi selengkapnya

Intip Malinda Dee Menindih Suryadharma

OPINI | 10 February 2013 | 21:56 Dibaca: 3553   Komentar: 0   0

Pengendapan Dana Haji hingga 50 Triliun memicu Perburuan dari lembaga-lembaga Perbankan,  erotisnya jumlah dana Haji sehingga dengan mudah memancing syahwat para pengelola lembaga keuangan, pihak kemenag  yang menyadari kesempatan eksotis tersebut tentu tidak akan tinggal diam, zona yang sangat aman mengeruk dana haji tanpa ada pertanggung jawaban membuat sensasi perselingkuhan antara pihak kemenag dan lembaga keuangan akan sarat intrik dan penuh gelora berapi-api. Berbagai Gratifikasi Uang, Rumah, Mobil hingga Sex dilancarkan, Perjanjian gelap, serta beragam Modus antara oknum kemenag SDA dan Lembaga Keuangan seolah akan menjamin tidak terbongkarnya perselingkuhan yang penuh sensasi kenikmatan.

Dugaan bank bukopin memberikan gratifikasi alias suap kepada pejabat-pejabat kementerian Agama dengan modus berikan kompensasi atas pengendapan dana haji, Fee yg delik pidana gratifikasi itu dibagi-bagikan Bukopin kpd pejabat-pejabat  kementerian agama yg dihitung berdasarkan besaran dana setoran haji.  Menurut PPATK , praktek suap kpd pejabat2 Kementerian agama yg bersumber dari bunga dana setoran haji bnyk terjadi, Fee yg berasal dari pendapatan bunga yg tdk tercatat di bank2 Pelaksana SISKOHAJ yg menerima setoran dana haji calon jamaah Seperti kita ketahui, setoran dana haji dari calon jamaah, secara “resmi” tidak diberikan bunga atas dana tsb oleh bank pelaksana.

Padahal bank2 pelaksana penerima setoran dana haji tsb menerima setoran trilunan rupiah setiap tahunnya dari ratusan ribu Calhaj, PPATK menemukan adanya catatan ganda dlm perhitungan bunga dana setoran haji itu di hampir semua bank-bank pelaksana.

Perburuan dana Haji oleh bank-bank dengan melancarkan gratifikasi Sex dapat diendus lewat Kasus Melnda Dee, Citibank menggunakan pesona  Melinda, selama 4 tahun Melinda diperintahkan melakukan segala cara agar dapat menarik dana dari nasabah berkelas.

Citibank memperalat Malinda, Malinda kan dipaksa menjadi pelacur, untuk mencari bapak-bapak, babe-babe yang banyak duit, pernyataan Pengacara Malinda Dee terkait upaya pembelaan pada kliennya. dari jasa Malinda, Citibank telah diuntungkan. Atas jasa Malinda sekitar 200 orang telah berhasil diyakii untuk menjadi nasabah Citigold Prioritas. Atas hal itu Citibank disebut mereguk keuntungan hingga triliun-an rupiah.

Fenomena gratifikasi baik lewat tawaran dana dan kelihaian marketing sekelas malinda Dee sudah barang tentu mengelilingi pejabat kementerian Agama, 50 triliun dana haji tentu akan membuat para marketing cantik dan sexy menggunakan pesonanya demi menggaet dana haji di rekening pejabat kementerian Agama, segala fasilitas kenikmatan ragawi disiapkan untuk memenuhi selera berkelas para pemegang dana haji yang sangat bombastis.

Tentu Ada banyak sosok malinda dee yang berkeliaran mencari peluang menggaet dana haji di rekening pejabat kementerian Agama, eksotisnya pesona sosok mereka mampu menghentakkan syahwat pemegang dana haji. Penawaran bunga dana haji plus goyangan mesum KAKI TANGAN pionir bank bergentayangan di sekeling kementerian AGAMA secara nyata menjadi godaan dahsyat dana haji yang dikumpulkan dari keringat para calon haji.

Sangat disayangkan memang, Dana haji yang penuh keringat peluh para calon haji malah diendapkan direkening lembaga agama yang sama sekali bukan lembaga keuangan,  irasionalitas kementerian agama menarik dana rakyat atas nama TUHAN cukup menebar teror bagi umat tapi sekaligus memicu bank-bank menebar godaan dan goyangan pada oknum pejabat lembaga Agama.

Erotiknya Goyangan efek 50 triliun dana haji berikut kemewahan yang dapat diperoleh maka sangat wajar jika menteri Agama Suryadharma beserta partai pendukungnya menebar ancaman kepada Rakyat,  Suryadharma mengancam apabila pendaftaran haji dihentikan maka biaya haji pasti akan sangat mahal.  Ancaman yang sangat tendensius dan penuh aroma kemarahan sekaligus membuka borok  kesesatannya sendiri, sebab Ajaran Agama telaah melarang untuk memastikan sesuatu; sebab Kepastian adlah Otoritas Tuhan.

Bahan Bacaan :

http://politik.kompasiana.com/2013/01/06/selingkuh-ala-kemenag-sda-521866.html

http://chirpstory.com/li/24822

http://kliping-ber1ta.blogspot.com/2012/02/malinda-dee-melacur-demi-citibank.html

http://www.beritasatu.com/hukum/33136-menag-moratorium-calon-haji-bikin-mahal-biaya-bpih.html

http://www.fajar.co.id/read-20110921005312-mulai-r-hartono-hingga-adik-ipar-ical


 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Sebenarnya, Berapa Sih Jumlah Caleg Gagal di …

Politik 14 | | 23 April 2014 | 14:46

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotman Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 20 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 22 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 22 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 23 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 23 April 2014 07:15

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: