Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Robert Parlaungan Siregar

Sekarang Pemerhati Indonesia Kekinian.

Kesempatan Emas Bagi Jokowi untuk Kurangi Banjir di DKI: Perpres no. 54 Tahun 2008 Tentang Penataan Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur

OPINI | 02 February 2013 | 05:58 Dibaca: 1272   Komentar: 0   3

Pada 31 Januari 2013 diadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang sinkronisasi penanggulangan banjir antara Komisi V DPR bersama Kementerian PU, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Banten, Sekda Jawa Barat, Basarnas dan BNPB .

DPR RI (hanya ) perduli DKI.

Dalam rapat diatas, Komisi V DPR memutuskan mendukung anggaran kemenPU Rp 2 triliun untuk program penanggulangan banjir di DKI. Yang diprogramkan adalah: sodetan kali Ciliwung ke KBT, Normalisasi kali Ciliwung, Pembangunan drainase dan Pengadaan peralatan tanggap darurat

DPR RI sadar bahwa banjir DKI hanya dapat ditanggulangi jika hulu Sungai Ciliwung, yang berlokasi di Jawa Barat, di normalkan. Hulu sungai ini sekarang gundul dan penuh bangunan liar.

DPR RI tidak menunjukkan dukungannya kepada Jawa Barat, tetapi hanya memberi perintah untuk taat pada Perpres no. 54 tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur .

DPR RI sangat naïf jika mengira perintah (saja) pada Jawa Barat akan mengurangi banjir di DKI

13597295121165821441

Banjir DKI darurat-foto Antara

Presiden SBY (hanya) peduli DKI

Presiden SBY: “Jakarta merupakan pusat pemerintahan, pusat perekonomian, juga pusat hubungan internasional.

Presiden SBY sendiri meninjau langsung kondisi masyarakat korban banjir di DKI. Presiden SBY berjanji sekuat tenaga atasi banjir Jakarta dan mengambil tindakan :

1. Memerintahkan Gubernur DKI Joko Widodo agar segera menyelesaikan masalah rumah penduduk di bantaran kali/waduk. Pemerintah pusat siap membantu.

2. Waduk Ciawi segera dibangun dan anggaran dialokasikan sebesar Rp2 triliun.

3. Meningkatkan sarana dan prasarana penanganan banjir, seperti fasilitas pompa serta mandi, cuci, kakus (MCK) mobile dan fasilitas lain.

Presiden RI memperjuangkan kepentingan DKI dengan sekuat tenaga, hingga meningkatkan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) mobile.

Presiden SBY naïf sekali jika mengira banjir di DKI akan berkurang tanpa sekuat tenaga membantu Jawa Barat dalam “normalisasi” Hulu dan DAS

Presiden SBY sangat terbatas perhatiannya pada banjir di diluar DKI.

Gubernur Jabar kritik Pemerintah Pusat

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengkritik pemerintah yang selalu sibuk membicarakan masalah penanganan banjir kala musim hujan mendera.

Dia mengajak provinsi tetangganya, yakni Banten dan DKI Jakarta, berikut kabupaten/kota yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota, untuk membahas solusi banjir bersama-sama. “Jangan tuding-tudingan lah, daripada tuding-tudingan, mendingan kita rumuskan bersama-sama, dipimpin komandannya oleh pemerintah pusat,” kata Heryawan.

Kesempatan Emas bagi Jokowi untuk kurangi banjir di DKI: Perpres no. 54 tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur

Jokowi selesai Dengar Pendapat diatas menyataan:percuma kalau hanya ngerak ngeruk..


Menurut Jokowi banjir DKI adalah persoalan dari hulu ke hilir yang harus dikoneksikan. Jika penanganan banjir di hulunya tidak rampung, maka penanganan di DKI akan percuma.

Jokowi lupa bahwa tiga bulan lalu bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, keduanya sepakat untuk melaksanakan dua program yang lama tertunda. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah kedua provinsi akan menyusun rencana kerja hingga pembagian daerah dalam waktu sebulan.

DKI butuh Jawa Barat dan bukan sebaliknya. Melupakan kesepakatan adalah sikap Jokowi yang sangat tidak bijak

JOKOWI harus memanfaatkan momentum ini dengan mensponsori Perpres no. 54 tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur .

Mungkin ini kesempatan terahir untuk mengurangi banjir di DKI secara signifikan

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 13 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 13 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 20 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 22 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: