Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Ajinatha

Kaum Proletar buruh para Kapitalis yang kebetulan saja hobby menulis..

Blusukan Jokowi “Bukanlah” Bekerja ?

OPINI | 24 January 2013 | 11:48 Dibaca: 3646   Komentar: 0   12

Bagi para Birokrat yang biasa memimpin dari belakang meja, gaya “Blusukan” Jokowi dianggap bukanlah kerja yang sesungguhnya, sehingga banyak sekali yang menganggap Jokowi “belum” bekerja. Masing-masing pemimpin/birokrat tentulah mempunyai karakteristik dalam memimpin dan melaksanakan pekerjaannya, namun Kultur Birokrasi baru yang ditawarkan Jokowi-Ahok, agaknya belum sepenuhnya bisa diterima banyak kalangan.

Beberapa tokoh yang menganggap Jokowi belumlah bekerja diantaranya adalah, Mantar Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Mantar Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, dan yang terakhir adalah Menaker Muhaimin Iskandar. Entah apa dasar penilaian mereka ini sehingga cara kerja blusukan Jokowi dianggap belum bekerja, padahal cara kerja blusukan Jokowi tersebut sangat diapresiasi oleh warga DKI Jakarta, bahkan mendapat penilaian positif dari masyarkat Indonesia pada umumnya.

Kalau secara umum masyarakat Indonesia menilai secara positif, itu artinya penilaian para pejabat tersebut diatas “Cacat Nilai” alias tidak bisa dianggap benar sebagai sebuah penilaian. Kultur baru dalam birokrasi yang diterapkan Jokowi tersebut jelas mempunyai efek yang postif terhadap penyelenggaraan pemerintahan, dimana seorang pemimpin bisa langsung tahu hasil implementasi program yang dijalankan, dan juga tahu program apa yang tidak efektif penerapannya.

Kalau blusukan dianggap belumlah bekerja, tentulah ada yang salah dengan sudut pandang terhadap apa yang dinamakan dengan Bekerja itu sesungguhnya, kalaulah Gubernur DKI Jakarta sebelum-sebelumnya benar-benar bekerja, tentunya tidak lagi banyak yang harus dikerjakan Jokowi saat ini, tapi pada kenyataannya, apa yang dihadapi Jokowi sekarang ini adalah problem Jakarta yang tidak bisa diatasi oleh gubernur sebelumnya. Lantas pertanyaannya, apakah selama menjadi gubernur DKI Jakarta Sutiyoso sudah bekerja dengan benar .?

Pertanyaan seperti itu pun bisa dialamatkan pada Hidayat Nur Wahid dan Muhaimin Iskandar, apakah selama mereka menjabat sudah melaksanakan pekerjaan dengan benar, atau jangan-jangan mereka cuma merasa sudah paling benar dalam bekerja selama ini. Saya malah curiga jangan-jangan cara kerja blusukan Jokowi ini malah telah membuka borok mereka, sehingga jadi gerah terhadap cara kerja blusukan Jokowi tersebut.

Seorang pengamat Komunikasi Politik, Ari Junaedi malah menganggap apa yang dilakukan Jokowi-Ahok itu sebagai Kultur Birokrasi yang baru, karena tidak umum dilakukan oleh para birokrat kita selama ini, dan merupakan perubahan baru dalam birokrasi di pemerintahan daerah, khususnya diwilayah Pemerintahan DKI Jakarta. Seperti yang disampaikannya pada Kompas.com :

“Jokowi-Ahok mengubah kultur yang selama ini kental di lingkungan pemda. Mereka telah menghadirkan gaya kerja berbeda yang terhitung langka pada lingkup birokrasi,”

Kalau selama ini para pejabat/birokrat hanya menerima laporan dari bawahannya, tanpa pernah tahu laporan tersebut sudah benar dilaksanakan atau tidak, sekarang seorang pejabat bisa langsung tahu apa kendala yang sedang dihadapi warga masyarakat, dan kendala tersebut bisa lebih cepat untuk diatasi tanpa melalui proses birokrasi yang berbelit. Lantas apakah Jokowi-Ahok dengan blusukan tetap dianggap belum bekerja ? Harus diluruskan sikap dan pandangan seperti itu, sudah saatnya pejabat/birokrat itu terjen langsung kemasyarakat, seperti yang diteladankan oleh Khalifah Umar Ibnu Khatap dalam memimpin ummatnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Goresan Tinta Kartini Berbuah Apa? …

Kompasiana | | 23 May 2015 | 15:12

Aduhainya #KompasKampus di Bandung …

Bang Aswi | | 23 May 2015 | 14:28

[Blog Competition] Selfie Moment …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 17:04

Efesiensi Waktu, Kurir Ini Gunakan Google …

Darwin Arya | | 23 May 2015 | 15:27

Kirim Review Blogshop bersama JNE Anda dan …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:13


TRENDING ARTICLES

Favorit Bule, PSK Eksotis Indonesia dibayar …

Riana Dewie | 13 jam lalu

Dihantui Rasa Bersalah, Teknisi QZ8501 Bunuh …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu

Deadline FIFA Seminggu Lagi, PSSI justru …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Belajar dari Jokowi memilih 9 Wanita …

Imam Kodri | 15 jam lalu

Jokowi Merekrut Orang Gila Agar Bisa Tetap …

Ahmad Maulana S | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: