Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Wisnu Aj

Hidup Tidak Selamanya Seperti Air Dalam Bejana, Tenang Tidak Bergelombang, Tapi Ada kalanya Hidup seperti selengkapnya

Villa Mewah Sang Bupati Dipulau Salah Nama Sumut

HL | 26 October 2012 | 00:14 Dibaca: 5566   Komentar: 14   2

13511841151565261738

(Fhoto Pemkab Batu Bara)

Pulo Salah Namo (Pulau Salah Nama) adalah merupakan pulau terluar di Profinsi Sumatera Utara, yang berbaatas dengan Pulau Berhala yang berada di Kabupaten Rokan Hilir Profinsi Riau. Pulau Salah Nama jika melihat letaknya yang dekat dengan perairan Kabupaten Batu Bara, maka Pulau Salah nama ini diklaim oleh Pemerintah Kabupaten Batu Bara sebagai pulau terluar yang masuk sebagai bagian dari wilayah hukum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara.

Pulau yang tidak berpenghuni ini, mempunyai pemandangan yang indah, Pantainya yang berbatu batu, menambah keindahan pulau tersebut, terlebih pada saat malam bulan purnama, obak laut Samudra Selat Malaka yang menghempas kebebatuan pantai laksana butiran mutiara yang pecah keudara.

Lokasi pulau yang masih asri, layak untuk dikembangkan untuk menjadi obyek wisata di Kabupaten Batu Bara. Mungkin karena lokasi pulau yang indah, membuat Bupati Kabupaten Batu Bara H. Oka Arya Zulkarnaen SH.MH, membangun sebuah villa di pulau salah nama. Dana untuk pembangunan villah itu konon menurut keterangan masyarakat Kabupaten Batu Bara menelan dana sekitar Rp 25 milyar. Yang menjadi pertanyaan masyarakat Dana pembangunan villah tersebut tanpa memakai dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batu Bara, maupun dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tapi melainkan menggunakan dana pribadi sang Bupati.

Lantas apa yang diinginkan oleh Oka Arya sebagai Bupati Kabupaten Batu Bara membangun Villa dengan menggunakan dana pribadi di Pulau Salah Nama? Ini yang menjadi pertanyaan dan sekaligus sebagai kekuatiran masyarakat Kabupaten Batu Bara. Kekhawatiran masyarakat kabupaten Batu Bara jelas beralasan, karena Oka Arya membangun villa di Pulau Salah Nama dengan menggunakan dana pribadi, bukan tidak mungkin Oka akan mengklaim bahwa Pulau Salah Nama itu adalah milik pribadinya, sementara jauh sebelum Kabupaten Batu Bara memekarkan diri dari Kabupaten Asahan, Pulau Salah Nama itu adalah milik Pemerintah yakni Pemerintah Kabupaten Asahan.

Setelah Kabupaten Asahan di mekarkan, pada tanggal 15 juni 2007  maka lahirlah Kabupaten Batu Bara, dengan pelaksana Bupati Drs H. Syofian Nasution SH, Dan Oka Arya adalah Bupati Pertama Kabupaten Batu Bara yang dipilih oleh masyarakat Kabupaten Batu Bara. Karena letak Pulau Salah nama itu berada diperairan Kabupaten Batu Bara, maka kepemilikan Pulau Salah Nama itu diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara. Dimana saat ini Oka Arya menjabat sebagai Bupatinya.

Akibat sang Bupati membangun villa dengan dana sebesar Rp 25 milyar dan uang pribadi pula, membuat masyarakat Batu Bara menjadi heboh. Mereka minta agar Oka Arya menjelaskan terhadap pembangunan villa tersebut. Walaupun sampai saat ini  Oka belum buka mulut atas maksudnya membangun villa dipulau salah nama itu.

Yang jelas villa mewah yang dibangun oleh Oka Arya dengan menggunakan uang pribadinya, jelas bukan merupakan villa milik Pemkab Batu Bara, tapi adalah villa milik pribadi sang Bupati. Karena pembangunan villa mewah di Pulau Salah Nama itu tidak memakai uang Negara. Tentu wajar saja jika masyarakat Batu Bara mempertanyakan maksud Bupatinya dengan membangun villa mewah pribadi di Pulau Salah Nama. Tapi jika pembangunannya menggunakan dana Pemerintah maka jelas keberadaan villa mewah di Pulau salah nama itu milik Pemkab Batu Bara.

13511844782108896410

Peta lokasi Kab Batu Bara (fhoto Wikipidia Indonesia)

Pembangunan villa mewah di Pulau Salah Nama dengan menggunakan uang pribadi, jika Oka bermaksud untuk mengembangkan Pulau Salah Nama menjadi obyek wisata milik Pemkab Batu Bara. Tapi Oka membangun villa mewah di Pulau Salah Nama dengan uang pribadi, berarti Oka Arya mempunyai niat lain. Jangan jangan oka akan menjadikan Pulau Salah Nama sebagai pusat bisnis pribadi Oka.

Jika benar anggapan itu, bisnis apa yang akan dijalankan oleh Oka dari Pulau terluar di Sumatera Utara itu? Tentu banyak hal bisnis yang dijalankan oleh Oka Arya dari Pulau yang letaknya strategis itu. Yang hanya berjarak sekitar 2 jam perjalanan untuk sampai kenegara Malaysia, dan empat jam untuk perjalanan kenegara Thailand dan Filipina.

Maka wajarlah jika masyarakat Kabupaten Batu Bara mencurigai bahwa Oka akan menjalankan bisnisnya dari pulau salah nama itu. Untuk itu masyarakat Kabupaten Batu Bara meminta kepada pemerintah Pusat dan Profinsi Sumatera Utara agar memperingatkan Oka Arya untuk tidak melanjutkan pembangunan villa mewar yang akan dijaDIKAN oleh Oka Arya sebagai milik pribadinya. Dan mengembalikan penangan Pulau Salah Nama itu kepada Pemerintah Sumatera utara.

Jika Pulau Salah Nama itu menjadi milik pribadi, hal tersebut akan dapat menjadi ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Negara luar. Siapa yang bisa menjamin jika Pulau Salah Nama itu hanya dijadikan sebagai obyek wisata oleh sipemiliknya. Bagaimana pula jika Pulau Salah Nama itu dijadikan sebagai tempat transitnya mata mata asing  Yang datang dari Negara luar untuk menyusup ke NKRI? Siapa yang harus bertanggungjawab? Pemerintah perlu untuk melihat Pulau Salah Nama itu secara keseluruhan, bukan sepenggal sepenggal.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

ISIS: Dipuja atau Dihindari? …

Baskoro Endrawan | | 26 July 2014 | 02:00

Mudik Menyenangkan bersama Keluarga …

Cahyadi Takariawan | | 26 July 2014 | 06:56

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

ASI sebagai Suplemen Tambahan Para Body …

Andi Firmansyah | | 26 July 2014 | 08:20

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Legitimasi Pilpres 2014, Gugatan ke MK dan …

Michael Sendow | 12 jam lalu

Risma dan Emil Lebih Amanah Dibanding …

Leviana | 12 jam lalu

Analisis Prosedur Sengketa Hasil Pilpres …

Muhammad Ali Husein | 13 jam lalu

Jokowi: The First Heavy Metal’s …

Severus Trianto | 15 jam lalu

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: