Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Kornelius Ginting

yang tertulis akan abadi dan yang terucap akan berlalu bersama angin -”Scripta manet verba volant”. http://gintingkornelius.blogspot.com/ selengkapnya

Proses Perpanjangan STNK

REP | 29 September 2012 | 14:34 Dibaca: 4158   Komentar: 9   2

Dibutuhkan kurang lebih dari 1 jam untuk melakukan perpanjangan STNK. Asumsi normal tidak ada keterlambatan atapun adanya pengurusan cek fisik. Hal ini saya alami sendiri ketika melakukan pengurusan perpanjang STNK kendaraan saya.

Saya tiba di SAMSAT jakarta utara yang lokasi persisnya ada didepan mangga dua square, kurang lebih 7.56 wib. Rupanya pada jam itu sudah banyak yang mengantri, meskipun loket pembayaran pajak belum dibuka. Waduh.. Gmana mau isi formulir jika loket belum dibuka. Rupanya formulir pengisian identitas kendaraan bisa didapatkan di lapak fotocopi. Ya sudah sekalian di fotocopi sekalian juga diisi formulirnya oleh penjaga lapak fotocopi, alhasil untuk jasa fotokopi dan penulisan form dikenakan biaya 10.000,-

Selesai fotocopi langsung mengantri untuk mengambil nomor antrian. Untuk mobil saya dapat no antrian 5 dan motor 17.  Setelah mendapatkan no, saya lalu mendaftarkan (berkas yang sudah di fotocopi dan formulir yang sudah diisi) ke masing masing loket yang roda 2 ke loket roda 2 begitupun roda 4.

Nanti petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap stnk yang akan di perpanjang. Apakah sesuai dengan alamat ktp? Apakah ada perubahan nama? Apakah bpkb sudah sesuai dan lain sebagainya. Jika ada kekurangan pada saat itu juga petugas polisi yang bertugas akan mengingatkan. Jika tidak ada masalah maka berkas tadi akan di proses didalam. Dan saya hanya menunggu di panggil berdasarkan nomor yang sudah diambil tadi.

Setelah dipanggil maka akan di berikan notice yang berisi pajak yang harus di bayarkan. Langkah selanjutnya saya melakukan pembayaran di kasir. Setelah melakukan pembayaran, langkah terakhir adalah menunggu di loket terakhir. Dimana nanti akan tercetak STNK yang baru.

Hal positif dari pembayaran pajak ini :
1. Kesan ribet membayar pajak sudah mulai berkurang.
2. Petugas selalu mengingatkan agar pembayar pajak mengurus sendiri pajaknya. Jangan mengurus melalui orang yang tidak di kenal (calo) kalau biro jasa gmana ya? ??
3. Hari sabtu pelayanan pajak tetap di buka. Di buka hingga pukul 12.00 wib.

Hal negatif dari pengurusan pajak ini :
1. Masih terlalu panjang / lama untuk pengurusan STNK yang hanya melakukan perpanjang. Dengan asumsi hanya perpanjangan saja tidak ada cek fisik dan perubahan lain lain. Sehingga masih membuat orang enggan melakukan pengurusan sendiri atas pajak kendaraannya.
2. Masih sedikit polisi yang bisa di jadikan tempat bertanya. Memang banyak petugas polisi yang standby disini. Tetapi sedikit yang bisa ditanyakan. Kalau bisa petugas yang turun langsung menanyakan ke masyarakat jika ada kesulitan atau kebingungan. Masyarakat adalah pembayar pajak jangan sama seperti konsumen harus di perlakukan seperti raja.
3. Untuk loket kasir, petugas bank sering melakukan pengutipan pembayaran pajak lebih  ±1000-2000 rupiah dengan alasan tidak adanya uang kecil. Seharusnya mereka sudah menyiapkan jika hal ini terjadi. Bayangkan 1000 rupiah per stnk dan ada 2000 lebih transaksi/harinya.
4. Penggunaan teknologi yang lebih efektif. Samsat jakarta utara sudah didukung dengan teknologi yang baik. Seperti pemanggilan dengan mesin dan pengambilan nomor dengan komputerisasi. Yang ada terkadang hanya di pagi hari saja di pakai. Untuk pemanggilan siang hari kembali manual oleh petugas. Bahkan untuk nomor yang seharusnya bisa oleh konsumen sendiri yang ada petugas cleaning service yang membantu.

Tetapi secara keseluruhan pelayanan sudah baik hanya saja perlu ditingkatkan. Sehingga ke depannya jika semuanya sudah terintegrasi dengan baik. Kita bisa meminimalisasi pembayar pajak yang menggunakan jasa jasa orang. Dan bisa memaksimalkan pendapatan pajak melalui pembayaran pajak kendaraan bermotor ini.

selamat pagi… selamat beraktivitas….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Mejikuhibiniu: Perlukah Menghapal Itu? …

Ken Terate | | 25 October 2014 | 06:48

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 3 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Semoga Presiden Jokowi Tidak Salah Pilih …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Pelatihan Intel Teach Project Based Learning …

Aosin Suwadi | 9 jam lalu

Membuat Bunga Cantik dari Kantong Plastik …

Asyik Belajar Di Ru... | 10 jam lalu

Benalu di Taman Kantor Walikota …

Hendi Setiawan | 10 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: