Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Ridha Em

Pemungut Ide. Pusat Advokasi Haji PUSAKA INDONESIA @pusaka_ri http://pusatadvokasihaji.webs.com/ Email: Pusaka_indonesia45@yahoo.com masih Memimpikan Pancasila sebagai Resolusi selengkapnya

Spiritualitas Haji: Membongkar Kesesatan Depag & Menag SDA

OPINI | 23 September 2012 | 09:48 Dibaca: 990   Komentar: 2   1


Snouck Hurgronje seorang penasehat belanda pernah merumuskan kebijakan pemerintah Hindia Belanda dalam menangani masalah Islamsemua masalah ritual keagamaan atau aspek ibadah, ummat Islam harus dibiarkan bebas menjalankannya. Snouck menyatakan bahwa pemerintah Belanda yang ”kafir” masih dapat memerintah Indonesia sejauh mereka dapat memberikan kebebasan menjalankan Perintah Agamanya, bebas dari ancaman dan despotisme.

Sejak tahun 2004 Kemenag (Kementerian Agama) melalui SK Dirjen hingga diperkuat Permen mulai menggunakan sistem waiting list (daftar tunggu) dalam pendaftaran berangkat Haji, dari tahun ke tahun sistem ini seperti bom waktu yang menebar teror sehingga muncul penumpukan calon jamaah haji hingga jutaan orang. Sebelum  tahun 2004 tidak pernah ada masalah dalam pelaksanaan haji bagi warga Negara Indonesia. hal ini dibuktikan jumlah jemaah haji tidak pernah melebihi quota 205 ribu orang.

Berbagai motif yang memicu ledakan antara lain : Pertama, adanya ancaman (teror)  jika telat daftar akan semakin tertinggal jauh, sehingga baik yang mampu maupun tidak memenuhi syarat ikut mengambil porsi. Kedua, kampanye dan propaganda oleh bank-bank, dengan meluncurkan program talangan (kredit) sehingga orang-orang yang hanya bermodal kesadaran spiritual memaksakan diri mengambil kredit bodong.

Adapun dampak  psikologis, sosial ekonomi dll dari permen Kesesatan Menag SDA tersebut akan dibahas dibagian lain.insha Allah

Pemicu Masalah sesunggunhnya adalah sesatnya materi atau isi dari permen no. 06 tahun 2008 yang oleh Menag Surya Dharma Ali walau pun telah dimulai ditahun 2004 melalui SK Dirjen Haji, berkedok issu Keadilan Bagi yang mampu dan tidak mampusebagai salah satu isi considerannya, kemudian issu lain yang dijadikan dasar menerapkan waiting list terkait kualitas Pelayanan bagi bagi Calon Haji.Bahwa panggilan haji secara tegas kriterianya adalah wajib bagi setiap muslim yang memiliki kemampuan (isthata’ah) aspek material serta lahir dan batin (as-shikkah).maka jika asumsi waiting list daftar haji demi penegakan keadilan bagi yang mampu maupun tidak mampu tentu Ini salah satu kesesatan (pengingkaran) atas hukum Allah SWT tentang kriteria haji, lebih dahsyatnya lagi kriteria mampu versi Kemenag yakni : LOLOS Nomor Porsi, pertanyaan kemudian, kenapa menag SDA beserta Instansinya tega menelikung Panggilan Suci tersebut? apa bahasa Arabnya:  LOLOS NOMOR PORSI?


13496007032014454869

Selanjutnya, asumsi waiting list daftar haji demi kualitas pelayanan bagi calon jemaah Haji, dimana korelasi pelayanan dengan sistem daftar tunggu? Karena Asumsi pelayanan itu hanya saat pemberangkatan, perjalananan di saudi arabia hingga kepulangan,sementara pendaftaran dengan setoran awal 25 Juta hingga 40 juta masih harus menunggu tahunan bahkan puluhan tahun. Apa selembar nomor porsi dengan nilai diatas dianggap sebagai Pelayanan bagi calon haji? Pertanyaannya; selembar nomor porsi sebagai bukti daftar haji dengan nilai 25 juta hingga 40 juta itu apa adil? Atau apa Itu pelayanan?

Di mana kesesatan Menag SDA ? Pertama, keberadaan permen waiting list daftar haji mengingkari kriteria yang ditetapkan oleh syariat, Kedua; yang harus di ingat bahwaHidup seseorang tidak ada jaminan akan hidup tahun depan atau 10-15 tahun akan datang,Ketiga; hal lain yang tidak kalah penting, soal rezeki, juga tidak seorang pun yang bisa menjamin orang kaya hari ini bisa tetap kaya 5-15 tahun kedepan, keempat; soal fisik, siapa yang bisa memastikan orang-orang sehat secara Jasmani dan rohani  yang masuk daftar waiting list hari ini masih tetap sehat di ratusan hari kedepan??

Bagaimana mungkin sesuatu yang bersifat tidak pasti oleh menteri Agama diatur sedemikian rupa dengan alasan bahwa waiting list sebagai kepastian,.  Sungguh –sungguh luar biasa, posisi sebagai menteri agama sudah percaya diri mengkudeta kewenangan TUHAN. Setoran awal yang berjumlah puluhan triliun hasil daftar waiting listmenunggangi Panggilan Tuhan ternyata cukup efektif menyesatkan dan “Menjarah” ummat dibawah bayang ancaman menag SDA , Sementara mengingat pesan hurgrounje diatas kepada Pemerintah Belanda yang notabenenya “kafir” agar jangan sekali-kali mengintervensi kebebasan beribadah umat Islam, jikalau ingin tetap memerintah (menjajah) Indonesia.

Bersambung……

Bahan Bacaan :

http://www.poskotanews.com/2012/09/05/wajib-setor-rp-25-40-juta-teror-bagi-calon-haji/

http://haji.kemenag.go.id/assets/data/arsip/PMA.6__.2010__.pdf

http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fiqih-haji-1-hukum-dan-syarat-haji.html

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 10 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 11 jam lalu

Anies Baswedan Sangat Pantas Menjadi …

S. Suharto | 12 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: