Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Rully Sanjaya

hanya seorang rakyat

PLN ,oh’ PLN

OPINI | 29 July 2012 | 12:03 Dibaca: 463   Komentar: 2   0

PLN yang katanya telah betransformasi ternyata tetap PLN yang dulu,soal pelayanan terhadap publik ternyata tetap menggunakan pola yang lama,dan memengang teguh prinsip “kalau bisa di persulit kenapa harus di permudah,penulis mebuka website milik PLN ternyata ada layanan pasang baru secara online,wow, benar -benar PLN telah bertransformasi pikir penulis.

penulis kemudian mencoba mendaftar pasang baru untuk adik yang baru membuat rumah secara online ,kediaman adik masuk dalam ranting prinsewu.cabang metro PLN wilayah lampung.
semua data telah terisi dan diperintahkan untuk setor ke rek PLN sebesar RP.698.000,- setelah penulis setor biaya tersebut kemudian penulis menelpon hot line PLN 123 untuk konfirmasi kapan listrik akan terpasang dan di jawab petugas dua minggu atau paling lama satu bulan.

satu bulan berlalu sambungan listrik tidak jua terpasang malah yang ada keluar surat penangguhan yang katanya gardu tempat adik saya telah overload.
tetapi yang menjadi tanda tanya adalah tetangga adik yang mengajukan pasang baru melalaui biro ternyata dapat terpasang,rupa nya disinolah modus dari oknum PLN ranting pringsewu yang semua pasang baru melalui online akan di tangguhkan karena oknum-oknum tersebut tidak mendapatkan keuntungan kalau pelanggan mendaftar melalui online.

rupanya sepeninggal pak dahlan iskan mental oknum-oknum berjiwa korup kembali ke asalnya ,PLN yang sejatinya melayani malah menjadi penghambat karenah ulah oknum-oknum tersebut,
saya hanya bisa berdoa semoga kedepan PLN ada kompetitor agar kinerja karyawan PLN dapat lebih profesional,tidak seperti sekarang yang semau gue.

wasalam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Peran Kita untuk Menghindari Jebakan Negara …

Apung Sumengkar | | 01 August 2014 | 15:26

Tunjangan Profesi Membunuh Hati Nurani …

Luluk Ismawati | | 01 August 2014 | 14:01

Empat Cincin Jantungnya Masuk Lewat Pembuluh …

Posma Siahaan | | 01 August 2014 | 13:46

B29: Medan Ekstrim Intip Keindahan Bromo …

Teguh Hariawan | | 01 August 2014 | 08:09

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Info Hoax Umar Abuh Masih Disebarkan …

Gatot Swandito | 7 jam lalu

ANTV Segeralah Ganti Nama Menjadi TV India …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Kader PKS, Mari Belajar Bersama.. …

Sigit Kamseno | 13 jam lalu

Kalah Tanpo Wirang, Menang Tanpo Ngasorake …

Putra Rifandi | 14 jam lalu

Macet di Jakarta Gubernur Disalahkan, …

Amirsyah | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: