Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Teguh Yuliantoro

menjadi pribadi yang bersyukur

Pengalaman Sidang Tilang di Pengadilan Negeri Semarang

REP | 05 December 2011 | 21:56 Dibaca: 1214   Komentar: 2   0

Sidang Tilang di Pengadilan Negeri Semarang
(berbagi pengalaman)
Pada hari Jumat 2 Desember 2011, penulis mengikuti sidang tilang di Pengadilan Negeri Semarang karena dinyatakan melanggar lalu-lintas oleh petugas polisi. Ada pengalaman dan saran yang ingin penulis bagikan kepada masyarakat umum, semoga bermanfaat;
1. Apabila anda melanggar lalu lintas dan dinyatakan bersalah oleh petugas Polisi maka pilihlah di-tilang, jangan damai / titip uang. Karena dengan memilih sidang tilang, maka anda akan membantu POLRI (sebagai salah satu institusi yang telah mendapatkan remunerasi) dalam melaksanakan Reformasi Birokrasi, serta terbebas dari ancaman laknat Allah dan Rasul-Nya kepada penyuap dan yang menerima suap.
2. Proses Sidang Tilang sangat mudah dan sederhana, sebagai berikut;
Pertama : Carilah nomor urut sidang yang bisa anda dapatkan dipapan pengumuman Pengadilan Negeri Semarang atau buka situsnya di www.pn-semarangkota.go.id
Kedua : Ikuti proses sidang sesuai nomor urut, sidangnya massal (sekali sidang 10 orang), sehingga prosesnya cepat.
Ketiga : Setelah hakim menulis putusan jumlah sanksi yang harus kita bayar (lebih murah dari uang damai), kita diarahkan ke ruang jaksa untuk melakukan pembayaran sanksi dan mengambil barang bukti (SIM/STNK). Selesai.
3. Saran-saran untuk instansi terkait :
a. Pengadilan Negeri Semarang
- Pelayanan sudah cukup baik tetapi hendaknya ditingkatkan dalam hal penyediaan / perbaikan kipas angin diruang sidang, sehingga nyaman untuk peserta sidang.
- Walaupun hari Jumat, hendaknya tidak memakai pakaian olahraga.
b. Kejaksaan Negeri Semarang
- Hendaknya dalam menerima uang sidang berkerjasama dengan Bank Persepsi, sehingga lebih tertib dan lebih terjamin masuk kas Negara (PNBP), seperti di Samsat dan Kantor Pajak.
c. Polres/Poltabes di Semarang
- Pastikan rambu-rambu lalu-lintas terlihat jelas dan tidak tertutup ranting pohon, untuk itu bisa kordinasi dengan Dinas Tata Kota Pemkot. Semarang.
- Penyetelan (setting) lampu pengatur lalu lintas, yang tidak ada penunjuk angkanya, jangan terlalu cepat, hingga tidak seperti “jebakan batman”.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 5 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 6 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 7 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 12 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Cacat Kusta Turun ke Jalan …

Dyah Indira | 10 jam lalu

Sayin’ “I Love to Die” …

Rahmi Selviani | 10 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Andrias Bukaleng Le... | 10 jam lalu

Ratapan Bunga Ilalang …

Doni Bastian | 10 jam lalu

Mulut, Mata, Telinga dan Manusia …

Muhamad Rifki Maula... | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: