Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Irma Essanovia

Saya seorang ibu rumah tangga yang menjadikan hobi menulis sebagai sarana berbagi, juga sebagai mesin selengkapnya

Tips dan Trik Lulus Ujian SIM C

HL | 08 October 2011 | 20:00 Dibaca: 29224   Komentar: 59   5

Ah…siapa bilang bikin SIM itu susah??

Buktinya, saya sudah dapat SIM tanpa sogok menyogok, lebih hemat, dan bebas dosa. Karena kata Ustadz Maulana, yang menyogok ataupun yang disogok ternyata sama-sama dosa. Walaupun sejujurnya sempat terbersit niat untuk ‘Nembak’ (istilah untuk yang lewat belakang/calo)

Mohon maaf yah..bila ada yang tersinggung. Tidak menafik, di negeri kita tercinta ini memang tidak sedikit yang masih tetap menggunakan unsur KKN. Tidak sedikit juga orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kemudahan dengan mengorbankan sedikit/banyak uang, bahkan harga diri mereka. Naudzubillahimindzalik….

Sebetulnya saya hampir putus asa, bahkan beberapa kali orang-orang sekitar saya menyarankan untuk ‘Nembak’. Biar gampang lah, biar ga ribed lah,..Tidak sedikit juga yang meragukan kemampuan saya mengendarai motor serta menyangsikan jika saya akan berhasil melewati ujian praktek untuk mendapatkan SIM C ini. Untunglah…masih ada sedikit harapan alias iseng-iseng berhadiah. Semangatnya adalah…Saya sudah mencoba, perkara berhasil atau tidak itu urusan belakangan.

Akhirnya..saya dan suami pun memulai acara anniversary ke 2 tahun pernikahan kami dengan berangkat ke SatLanTas Polwiltabes Bandung. Sebelumnya saya sempatkan untuk Googling dan mencari bahan tes tulis untuk mendapatkan SIM C. Itu pun hanya sempat baca sekilas-sekilas saja, maklum ibu rumah tangga, banyak yang harus diurus.  :)

13180602251755979552

Asli Loh ;)

Pada prinsipnya jika ada soal-soal kasus “yang ngehalangin yang ngalah” ujar suami saya yang sudah jago berbahasa Sunda sekarang. Kurang lebih sama manjurnya dengan tips yang ia beri ketika kami menjadi tim dalam pertandingan Domino bersama sahabat-sahabatnya di Jambi beberapa tahun yang lalu. Hasilnya tidak ada yang bisa mengalahkan kami. ;) Padahal saya sama sekali tidak pandai bermain Domino.

Langkah pertama yang dilakukan adalah pergi ke dokter umum yang disarankan SatLanTas untuk cek kesehatan, di sana dicek mata, telinga, hidung, mulut, tekanan darah, pernafasan, dan buta warna. Biaya administrasinya Rp 25.000,- Setelah itu Foto copy KTP 2 lembar untuk mendaftarkan permohonan membuat SIM C baru. Hanya Rp 4oo,- saja. Lebih murah lagi jika kita memiliki stock di dompet.

Selanjutnya daftar dengan memberikan hasil test kesehatan, menunggu kira-kira 10 menit setelah itu mendapatkan antrian. Karena test tulis dijadwal, maka mau tidak mau  kita harus menunggu sesuai jadwal. Selanjutnya dipanggil untuk Test Tulis. Masuk ke ruangan, duduk, cek  tombolnya  berfungsi atau tidak, dan mulai.

Test tulis menggunakan sistem multimedia, rasanya seperti ikut kuis ‘Siapa Berani’ Hehe…hanya cukup menjawab benar dan salah dari 30 pertanyaan yang diberikan. Lebih mudah lagi karena duduknya berdekatan, jadi ketika saya merasa tidak  yakin bisa memastikan ke tetangga sebelah yang kebetulan suami saya.  Tes ini dianggap lulus jika bisa menjawab minimal 21 pertanyaan. Jika Anda tidak beruntung karena tidak ada tetangga ketika mengerjakan test, ingat prinsip yang di atas “yang ngehalangin yang ngalah”. Karena soal sebagian besar adalah contoh kasus.

Setelah selesai, langsung diketahui hasilnya saat itu juga. Bahkan ketika semua peserta sudah menjawab 1 soal, jawabannya dimunculkan beserta alasan jawabannya. Jadi kalau salah, bisa sambil diingat-ingat jawaban yang benarnya untuk test remedial jika tidak lulus hari itu. Saking kompaknya kami berdua mendapat skor yang sama 25. Padahal jawaban kami tidak sama 100%. Namanya juga jodoh….hehehe…

Setelah dinyatakan lulus lanjut ke tes praktek. Petugas menerangkan bagaimana test nya. Ia juga memberikan tips dan trik nya agar bisa berhasil. Walaupun sebetulnya ada faktor lain yang menentukan. Faktor lain itu seperti ketenangan kita, jam terbang kita, kondisi pada saat test, dan juga motor yang digunakan. Lebih baik jika kita membawa motor sendiri, biar PeDe karena biasa bawa.

Ada 4 track yang harus kita lewati, track lurus dengan jarak yang sempit tentunya, track angka 8, zig zag yang merupakan track dilarang menekan/menginjak rem, dan terakhir U. Setiap ada garis lurus yang horizontal, kita berhenti dan lanjut ke track berikutnya. Sayangnya saya gagal di track angka 8, kesalahan saya karena terburu-buru dan ingin cepat keluar, alhasil kaki kiri saya turun dan dinyatakan gagal, begitupun pada kesempatan ke dua.

Maka di hari pertama saya dinyatakan gagal dan harus mengulang lusa nya yaitu hari ini. Sedangkan suami saya mulus, pada kesempatan pertama sudah dinyatakan lulus. SIM C jadi hadiah anniversary untuknya. Hari itu juga suamiku sudah memiliki SIM C, sah. Izin dari kantornya tidak sia-sia karena tidak harus mengulang di hari lain.

Tadi pagi sayapun test ulang praktek. Dipanggil pertama, dan yang pertama kali test di hari ini. (Gimana ga gerogi). Belum apa-apa, di Track 8 udah nabrak patok (Ampun). Akhirnya…di kesempatan ke dua…Alahamdulillah ya…Berhasil! dikawal instruktur yang sangat membantu dengan trik-trik agar lolos dari track 8 yang menurut saya paling sulit  ini.

Tips Lolos ujian SIM C (praktek):

Injak panah yang ada di setiap lintasan Track.

Ketika berbelok di Track 8 ban depen mengikuti lingkar luar Track.

Ketika kondisinya akan jatuh/terguling gas.

Tenang

Setelah dinyatakan lulus, parkir motor lalu ke loket asuransi membayar asuransi Rp 30.000,-, Selanjutnya ke Bank yang loketnya masih di dalam kantor juga membayar Biaya pembuatan SIM Rp 100.000, dan sumbangan donor darah Rp 2000,- kemudian menunggu diberikan berkas-berkas yang harus diisi untuk permohonan SIM baru, Isi dengan lengkap dan benar. Langkah terakhir menunggu di loket depan untuk difoto dan sidik jari.

Di loket ini yang antrinya minta ampun. Karena yang lewat jalan belakang hanya tinggal datang, foto dan sidik jari, Jadi ya di sini ini orang-orang yang lurus harus cukup bersabat dan mengurut dada. Karena mereka yang ‘nembak’ hanya memerlukan menyisihkan waktu kurang dari 30 menit. Bahkan ada yang  baru datang, tau-tau dipanggil, jadi deh SIM nya. Alhamdulillah ya… :)

Menurut bocoran dari sumber yang terpercaya, sekaligus calo terselubung biaya nya jika lewat belakang Rp 350.000,- jadi 1 hari, Rp 300.000,- jadinya 3 hari. Sedangkan jika mengurus sendiri, mengikuti prosedur yang benar totalnya hanya Rp 155.700,- saja. Sisanya kan bisa buat makan-makan merayakan anniversary dan keberhasilan mendapatkan SIM ;) ***

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“TOGUA”, Logo Baru Jogja yang …

Hendra Wardhana | | 30 October 2014 | 13:35

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 3 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 6 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 9 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 9 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Ah, Dapat Tas Backpack dari Menulis …

Sugiman Waras | 7 jam lalu

Cinderella yang Dititip pada Saya Hilang …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Menpora Minta PSSI Usut Tuntas Kasus …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Tiara, Gambaran Sejuta Anak Indonesia yang …

Riuh Rendah Cerita ... | 8 jam lalu

Mengukur Intelegensi Yuk!!! …

Zainab Hikmawati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: