Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Arsil Ihsan

Kabupaten Kepulauan Selayar

Mutasi Adalah Kata Menyakitkan Bagi Pejabat Non Job”

REP | 06 October 2011 | 02:45 Dibaca: 429   Komentar: 2   0

1317825876883846477Gerbong mutasi jabatan pada pemerintahan diseluruh Indonesia terdengar dari sejumlah media, termasuk pemerintah kabupaten kepulauan Selayar.  Siang tadi Rabu (5/11) dilingkup pemerintahan daerah kabupaten kepulauan Selayar berlangsung pelantikan pejabat baru di sejumlah lingkup Skpd dan sejumlah kepala sekolah juga dimutasi dalam kaitan peremajaan sdm di lingkungan pemerintahan saat ini. Dalam pelantikan tersebut , Bupati Selayar Drs.H.Syahrir Wahab MM melantik langsung para pejabat dan berpesan agar jabatan baru saat ini betul betul dilaksanakan dengan amanah dan disiplin kerja yang ditingkatkan. Selain itu, Bupati juga meminta kepada Sekda agar tetap memberikan peningkatan kinerja kepada para pejabat baru sekiranya jajaran pemerintahan kabupaten kepulauan selayar dapat berjalan sesuai rencana.

Sementara itu sejumlah pns yang berada dibelakang para undangan diruang pola kantor Bupati Selayar  yang  turut mengikuti acara pelantikan tersebut banyak mengeluarkan komentar menyangkut -pelantikan dan mutasi jabatan kali ini. Malah ada yang berkomentar miring mengenai tergesernya seorang pejabat yang tidak lain adalah kakaknya. Menurutnya mutasi non job terhadap kakaknya yang selama ini menjadi kepala dinas adalah bentuk arogansi kepemimpinan Bupati saat ini”. Komentar lain juga muncul saat nama seorang kepala sekolah SMK di daerah ini kemudian ikut di sebut sebagai salah seorang pejabat eselon yang terkena mutasi jabatan, hingga kemudian pindah ke instansi lain, ada juga yang kemudian di mutasi karena disebut tidak hati hati melakoni jabatanya selama ini. Dan yang paling menarik adalah komentar seorang mantan pejabat yang saat ini telah pensiun yang kebetulan berada di tempat tersebut dibagian belakang. Dengan lantang sedikit berbisik disebutnya bahwa yang disebut mutasi adalah sakit hati bagi pejabat lama dan gembira  bagi pejabat baru. Yang terkena mutasi akan menjadi lawan serta yang naik menjadi pejabat baru akan menjadi teman bagi pemimpin saat ini, Malah yang paling kebablasan karena mereka yang kemudian terkena mutasi Non job kadang kala tidak lagi berfikir sehat sebagai seorang eksekutive  negara, dengan melakukan hal hal yang tentu saja tidak disadarinya telah mencoreng mukanya sendiri, yang disambut dengan acungan jempol dari yang mendengar ditempat itu.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Java Jazz On The Move” di Kota Batu …

Wahyu Jatmiko | | 04 March 2015 | 23:39

Masjid Vs Televisi; Kisah Kerisauan Moral …

Subronto Aji | | 05 March 2015 | 00:05

Kompasiana Drive&Ride: ”Be Youthful, …

Kompasiana | | 26 February 2015 | 22:29

Ruki : “Menjadi Ketua KPK Itu …

Abanggeutanyo | | 05 March 2015 | 01:25

Move On Agriculture di Purworejo …

Saryanto Bpi | | 04 March 2015 | 21:26


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Negara Bekas Jajahan Belanda …

Rudi Hartono | 3 jam lalu

Coretan Tangan Ahok: “Pemahaman Nenek …

Edi Abdullah | 3 jam lalu

Horree! Indonesia Punya Polisi Terjujur …

Anton Kapitan | 5 jam lalu

Ekuivokasi di Sekitar Kisruh Ahok-DPRD …

Nararya | 9 jam lalu

Ahok Vs. M. Taufik dan Kutukan Kulminasi …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: