Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Shamier Parez

Saya ingin meluangkan karya-karya di kompasiana, semoga bisa bermanfaat walaupun tulisan tidak terlalu bagus. Tapi selengkapnya

Kursi Direktur PDAM Parepare “Digoyang”

REP | 08 July 2011 | 14:15 Dibaca: 174   Komentar: 0   0

* Plt Wali Kota Parepare akan mengevaluasi kinerja Dirut PDAM

PAREPARE, SULSEL– Kursi direktur utama (dirut) PDAM Kota Parepare yang dinahkodai, Fachruddin A Umar selama memimpin PDAM mulai “digoyang” oleh karyawannya sendiri, pasalnya selama tiga priode menjabat direktur tidak pernah meningkatkan kesejahteraan karyawan, kecuali orang segelintir saja atau dekat dengan direktur  yang  menikmati kesejahteraan.

Wajar saja beberapa akhir-akhir ini kinerja PDAM dalam segi pelayanan sangat menurun sehingga pendistribusian air kepada rumah tangga terkadang tidak dilayani dengan macetnya air PDAM. Kinerja karyawan turun disebabkan kurangnya perhatian direktur kepada karyawannya mengenai kesejahteraan.

Sejumlah karyawan yang ditemui penulis selama ini selalu berkomentar tentang kepemimpinan Andi Ampa –sapaannya– tidak lagi peduli kepada nasib karyawannya sendiri, bahkan para karyawan mempertanyakan dana pansiun dari Bumi Putra dialihkan lagi ketempat lain tanpa sepengetahuan karyawan membuat karyawan menilai ada ketidak transparansi pengelolaan dana pensiun.

Selain dana pensiuan yang tidak jelas prosesnya, juga mengenai masalah penempatan jabatan yang dilakukan direktur itu ternyata orang-orang dekatnya saja tanpa melihat kinerja dan kualitas sumber daya manusia (SDM), hanya melihat dari segi asal bos senang (ABS).

Karyawan PDAM mengharapkan kepada Plt Wali Kota Parepare, Sjamsu Alam agar segera, Andi Ampa selaku direktur PDAM dihentikan sebelum luka karyawan membengkak yang bisa menimbulkan mosi tak percaya terhadap Andi Ampa tersebut.

Adanya kekisruan internal PDAM Kota Parepare ini membuat Plt Wali Kota Parepare, Sjamsu Alam bertindak tegas bahwa bilamana direktur PDAM tidak bisa bekerja dan mensejahterakan karyawannya, maka direktur itu harus di evaluasi kinerjaya.

Bilamana hasil evaluasi menunjukkan kualitas PDAM menurun, maka apa salahnya direktur PDAM Parepare harus diganti karena tidak bisa bekerja secara maksimal,”dari pada mempengaruhi kinerja karyawan PDAM itu sendiri maka direktur akan diganti, tetapi harus dievaluasi terlebih dahulu dengan cara menurunkan tim untuk mencari penyebanya,”kata Sjamsu Alam.

Lebih lanjut, Sjamsu Alam, mengatakan, bahwa dirinya  baru tahu dari media mengenai ketidak harmonisan antara direktur dan karyawan hanya persoalan kesejahteraan sehingga semangat karyawan sangat menurun kinerja,“kami akan mengevaluasi  kinerja direktur PDAM,  bilamana hasil evaluasi  kami menunjukkan keburukan kinerja direktur ataukah ketidak mampuan menjalankan organisasi perusahan airu minum, maka direktur harus diganti,”jelasnya.

Ditempat yang terpisah, sekretaris badan pengawasan PDAM Kota Parepare, yang juga kabag ekonomi Pemkot Parepare, Anwar Thalib, menjelaskan, ia membela Andi Ampa, bahwa selama dia memimpin perusahan BUMD ini kinerjanya sangat bagus, itu dilihat dari hasil audit BPK tahun 2008-2009 selama ini dapat kategori baik dari BPK kecuali tahun 2010 belum ditahu hasil audit BPK apakah baik atau tidak.

Bilamana hasil audit 2010 ini pridikatnya buruk maka direktur PDAM tidak bisa lagi dipertahankan, dan Wali Kota yang selaku pengambil kebijakan berhak mengantikan dengan orang yang bisa bekerja untuk membesarkan perusahan termasuk mensejahterakan karyawannya sendiri.

Mengenai adanya ketidak harmonisan antara direktur PDAM dengan karyawannya, kata Anwar, dirinya tidak tahu dan tidak pernah mencampuri secara tehnis tentang kebijakan direktur selama ini.”Saya ngak tahu persoalan ketidak harmonisan antara direktur dan karyawan PDAM, tetapi yang saya tahu hanya masalah dana asuransi pensiuan yang dialihkan dari  AJB Bumi Putra kembali ke Dapema-pamsi (dana pensiun bersama perusahan air minum seluruh Indonesia).   (Shamier)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 5 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 5 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 5 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 11 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Kinerja Buruk PLN Suluttenggo …

Hendi Tungkagi | 7 jam lalu

Jokowi-JK Berantas Koruptor Sekaligus …

Opa Jappy | 7 jam lalu

Luar Biasa, Indonesia Juara Matematika …

Dean Ridone | 7 jam lalu

The Beatles Konser di BI …

Teberatu | 7 jam lalu

Gandeng KPK, Politik Nabok Nyilih Tangan ala …

Abd. Ghofar Al Amin | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: