Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Atep Afia

Pemerhati sumberdaya manusia dan lingkungan

Tiga Provinsi Baru di Jawa Bagian Barat

OPINI | 15 April 2011 | 02:27 Dibaca: 5772   Komentar: 14   0

Oleh : Atep Afia Hidayat -

13027914142111256079Meskipun sempat ada moratorium pemekaran wilayah, namun aspirasi di kalangan elit politik dan masyarakat masih terus bergulir. Pemekaran wilayah berupa pembentukan kota, kabupaten dan provinsi masih akan terjadi. Harapannya supaya pemekaran wilayah benar-benar merupakan aspirasi rakyat, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan rakyat. Jumlah penduduk yang terlalu banyak atau wilayah yang terlalu luas, menjadi alasan penting terjadinya pemakaran.

Di Jawa bagian barat setidaknya muncul gagasan pembentukan tiga provinsi baru, yaitu Provinsi Cirebon, Provinsi Bogor Raya dan Provinsi Tangerang Raya. Jika proses pemekaran berlangsung mulus tanpa hambatan dan memperoleh restu dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, maka di Jawa bagian barat kelak terdapat 6 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Tangerang Raya, Bogor Raya, Cirebon dan Jawa Barat (akan berubah nama menjadi Provinsi Pasundan).

Wacana pembentukan Provinsi Cirebon masih terus bergulir, namun belum ada dukungan penuh dari dua kabupaten yang diharapkan menjadi bagian dari Provinsi Cirebon, yaitu Kabupaten Majalengka dan Kuningan. Sedangkan yang sudah sepekat ialah Kabupaten Indramayu serta Kota dan Kabupaten Cirebon. Padahal untuk terbentuknya sebuah provinsi baru, minimal harus ada 5 kabupaten dan atau kota.

Jika Kabupaten Majalengka dan Kuningan tetap “setia” kepada Provinsi Jawa Barat, maka disiapkan opsi lain supaya persyaratan 5 kabupaten dan atau kota bisa terpenuhi, yaitu dengan pemekaran atau pembentukan 2 kabupaten baru, yaitu Kabupaten Indramayu Barat dan Kabupaten Cirebon Timur. Berbagai kajian sudah dilakukan sebagai bagian dari proses pembentukan dua kabupaten tersebut.

Secara historis, sebagaimana Banten, Cirebon memang cukup layak untuk menjadi provinsi mandiri. Di Cirebon dan sekitarnya pernah berdiri kesultanan yang sangat eksis, sebagaimana di Jogjakarta dan Surakarta. Secara kultural, terutama Cirebon dan Indramayu memang berbeda dengan wilayah Jawa Barat lainnya. Dari segi bahasa misalnya, Bahasa Cirebon berbeda dengan Bahasa Sunda.

Kalau opsi Propinsi Cirebon meliputi Kab dan Kota Cirebon, Kab Indramayu, Kab Majalengka dan Kab kuningan, maka luas wilayahnya mencapai 5.450 km2, dengan jumlah penduduk 6,74 juta jiwa. Bandingkan dengan Provinsi Bali dengan luas wilayah 5.634 km2 dan jumlah penduduk 3,89 juta jiwa.

Wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya juga sempat muncul ke permukaan. Salah satu opsi meliputi Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota dan Kabupaten Sukabumi, serta Kabupaten Cianjur. Enam kabupaten dan kota sebenarnya sudah menjadi modal yang cukup untuk membentuk sebuah provinsi baru. Sementara dalam perkembangannya akan bertambah dengan Kabupaten Bogor Barat, Kabupaten Sukabumi Utara dan Kabupaten Cianjur Selatan. Opsi lainnya ialah menyertakan Kota dan Kabupaten Bekasi.

Pembentukan Provinsi Bogor Raya didasari beberapa pertimbangan, seperti kedudukannya sebagai penyangga Provinsi DKI Jakarta yang menjadi ibukota Negara RI; Rentang kendali Pemprov Jawa Barat yang masih terlalu luas, dengan jumlah penduduk mencapai 43 juta jiwa dan luas wilayah hamper 35 ribu km2, serta jumlah kabupaten dan kota mencapai 26.

Wacana pembentukan Provinsi Tangerang Raya sempat menguat sekitar tahun 2006, dengan pelopor Haji Ismet Iskandar, Bupati Tangerang. Pemicunya ialah adanya ketidakpuasan terhadap Pemvrop Banten. Provinsi Tangerang Raya akan meliputi Kabupaten dan Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan serta Kabupaten Pantura atau Tangerang Utara, Tangerang Tengah dan Tangerang Barat (ketiganya masih rencana pemekaran),

Kabupaten Tangerang Utara meliputi Kecamatan Kosambi, Pakuhaji, Sukadiri, Sepatan, Sepatan Timur, Kemiri, Gunung Kaler (pemekaran dari Kresek), Rajeg, Teluknaga, Kronjo, Mauk, Mekar Baru (pemekaran dari Kronjo), Kresek.

Kabupaten Tangerang Tengah meliputi Kecamatan Kelapa Dua, Pagedangan, Curug, Panongan, Legok dan Cisauk.

Kabupaten Tangerang meliputi Balaraja, Sukamulya, Jayanti, Tigaraksa, Jambe, Cisoka, Solear, Pasar Kamis, Sindangjaya, dan Cikupa.

Ada juga wacana pembentukan Kabupaten Tangerang Barat yang meliputi  Kecamatan Balaraja, Kresek, Kronjo, dan Jayanti, yang berbatasan dengan Kabupaten Serang.

Luas Provinsi Tangerang Raya sekitar 1.400 km2 dengan jumlah penduduk 5,4 juta jiwa. Sebagaimana Provinsi Bogor Raya, Provinsi Tangerang Raya pun menjadi penyangga ibukota Negara.

Selain sebagai langkah pengembangan potensi daerah otonomi, pemekaran wilayah sebenarnya hanya salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Masih ada strategi lain untuk memajukan daerah dan mesejahterakan rakyat, seperti melalui reformasi birokrasi. Dalam hal ini kinerja Pemda berikut aparatnya perlu lebih diotimalkan, baik dalam melayani kepentingan rakyat, menggali potensi daerah, memasarkan keunggulan daerah, dan sebagainya. Aparat birokrasi perlu lebih kreatif, disiplin dan menghindari beragam penyimpangan. (Atep Afia, pengelola www.pantonanews.com)

Sumber Gambar:

http://pusakamitrajasa.files.wordpress.com/2007/12/peta-jawa-barat.gif

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana …

Opa Jappy | | 20 December 2014 | 16:29

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 16 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 18 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 19 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 19 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 20 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: