Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Thamrin Dahlan

Sharing, connecting on rainbow. Pena Sehat Pena Saran Pena Kawan

Nomor Induk Kependudukan

REP | 31 December 2010 | 13:51 Dibaca: 931   Komentar: 0   0

Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam pasal 13 ayat (1) Undang Undang Nomor 23 tahun 2006 tenttang Administrasi kependudukan yang mengamanatkan bahwa setiap penduduknwajib memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Terkait dengan hal itu kemaren sore Ibu nya Dimas selaku Sekretaris RT mengantarkan selembar kertas Surat Pemberitahuan NIK.

Kelaurga kami mendapatkan 6 buah nomor yang terdiri dari 16 digit. Satu nomor adalah Nomor Kepala keluarga sedangkan yang lain adalah nomor masing masing penghuni rumah. Nomor ini banyak sekali digitnya , agak sukar menghapalnya. Tetapi setelah diteliti ternyata 6 digit pertama adalah nomor kode wilayah (DKI=317509) kemudian 6 digit tanggal, bulan dan tahun kelahiran. 4 nomor terakhir adalah register kependudukan.

Ada kemajuan dari pemerintah, karena NIK ini adalah berskala nasional. Ditetapkan pula dalam UU Nomor 23 itu bahwa nomor ini berlaku seumur hidup dan selamanya, tidak berubah dan tidak mengikuti perubahan domisili. Jadi kalau anda pindah, nomor itu abadi hanay tinggal ganti Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja. Kedepannya agar lebih praktis mungkin pemerintah bisa membuat KTP Nasional.

Selama ini Penduduk Indonesia terkenal dengan double, triple atau multi identitas. Seorang dengan kepentingan seabrek bisa saja memiliki 2 atau lebih KTP. Kemudahan mendapatkan KTP aspal memungkinkan seseorang memiliki banyak identitas, boleh jadi dengan nama yang sama atau dengan nama nama lain. Penelusuran identitas khususnya yang tersangkut kriminilitas sukar dilacak karena masalah ganda KTP ini.

Diharapkan dengan berlakunya NIK ini maka single identity untuk semua urusan administrasi akan lebih lancar, termasuk Nomor Paspor, Surat Izin mengemudi (SIM) nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan nomor nomor lainnya. Warga Negara Indonesia dikenal dengan nomor NIK masing masing, dihapalkan diluar kepala atau simpan di memory Hand Phone. Sangat berguna ketika berurusan dengan birokrat.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Terbang ke Sumbawa Bersama Mimpi …

Dhanang Dhave | | 26 January 2015 | 13:38

Alun-Alun Kota, Orang Bandung Memang Layak …

Aljohan | | 26 January 2015 | 09:26

Menimbang Perlunya Hak Imunitas Bagi KPK …

Abd. Ghofar Al Amin | | 26 January 2015 | 17:39

Green Driving Gaya Berkendara Ramah …

Irwan Khoiruddin | | 26 January 2015 | 19:48

Bambang Widjojanto Mengundurkan Diri, Apa …

Kompasiana | | 27 January 2015 | 00:52


TRENDING ARTICLES

PDIP Aktor Utama di Balik Pencalonan BG …

Axtea 99 | 6 jam lalu

Saat Artikel Kompasiana Jadi Alat Bukti …

Himam Miladi | 9 jam lalu

Masih Berani Melawan Budi Gunawan? …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Demokrat Untung PDI-P Buntung …

Susy Haryawan | 14 jam lalu

Mengapa KPK Diserang Awal Tahun 2015? …

Muthiah Alhasany | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: