Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Ahmad Fauzi Chan

Rakyat Biasa yang selalu pusing melihat ketidak adilan oleh Penguasa

Kota Semarang Mencontoh Posyantek Cilegon

OPINI | 02 December 2010 | 14:33 Dibaca: 437   Komentar: 2   0

CILEGON - Pemerintah Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) dan sejumlah pengurus Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) melakukan Studi Banding ke Kota Cilegon, Rabu (1/12) hingga Jum’at (3/12).

Kedatangan rombongan studi banding yang berjumlah 10 orang tersebut, bertujuan guna belajar dan mencontoh terhadap keberhasilan Pemkot Cilegon dalam hal pengelolaan kelembagaan Posyantek yang pembinaannya dilakukan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan Pangan (BPMKP) Kota Cilegon.

Ketua rombongan dari Kota Semarang, Wirawan menyatakan, kedatangan pihaknya untuk mempelajari Posyantek di Kota Cilegon adalah sesuai dengan hasil rekomendasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menjadikan Kota Cilegon sebagai kota percontohan dalam pengelolaan Posyantek dan pengembagan Teknologi Tepat Guna (TTG). “Kota Cilegon disana selalu dibicarakan sebagai Kota yang telah berhasil mengelola Posyantek, bahkan menjadi percontohan nasional. Karenanya, hampir semua SKPD di Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah yang membina Posyantek ingin berkunjung ke Cilegon,” ujar Wirawan yang menjabat sebagai Kabid SDA, Lingkungan dan TTG BPMPKB Kota Semarang tersebut.

Menurut Wirawan, selama di Cilegon pihaknya akan meminta secara langsung penjelasan dari BPMKP sebagai pembina Posyantek, terkait dengan proses pembentukan, penganggaran, cara pengelolaan hingga cara membangun kerjasama dengan industri dan dunia akademi dalam pengelolaan Posyantek. “Kota Cilegon telah mampu membangun kerjasama pengelolaan teknologi tepat guna dengan beberapa industri yang ada diwilayahnya, dan juga disini dunia akademi sangat berperan aktif bekerjasama untuk pengembangan tersebut. Karenanya kita ingin belajar banyak, sebab di Semarang kami baru merintis pembentukan Posyantek,” katanya.

Sekrataris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan Pangan (BPMKP) Kota Cilegon Didin S Maulana yang menerima rombongan tersebut menyatakan, pengelolaan Posyantek akan bisa berhasil jika seluruh stake holder memiliki komitmen kuat terhadap tujuan yang ingin dicapai. “Kita semua harus berkomitmen bahwa program yang dibuat tujuannya untuk membantu masyarakat. Terlebih dengan pemanfaatan TTG ini, ekonomi masyarakat kecil akan sangat terbantu karena akan mampu meningkatkan produktifitas hasil usahanya,” ujar Didin.

Didin menambahkan, dalam kunjungan tersebut rombongan akan melihat langsung Posyantek di Kecamatan Jombang dan Cilegon sebagai Posyantek percontohan yang dinilai telah berhasil mengembangkan TTG sehingga bermanfaat untuk menunjang usaha masyarakat. “Di Cilegon ada 8 Posyantek yang tersebar di masing-masing kecamatan. Posyantek di Kecamatan Cilegon dan Jombang adalah Posyantek yang dinilai telah berhasil mengembangkan TTG dan telah mampu membantu pengembangan usaha masyarakat,” ujarnya.

Dalam acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut, rombongan dari Semarang juga akan mendapatkan pemahaman tentang bagaimana pemanfaatan TTG yang dikembangkan Posyantek. “Teknologi tepat guna itu harus memiliki syarat yakni penggunaannya mudah, harganya murah, memiliki nilai tambah dan juga harus ramah lingkungan. Di Cilegon kami sudah ada beberapa alat teknologi yang bisa mendukung usaha masyarakat sekitar seperti alat pemecah melinjo, perekat bungkus plastik,” ujar Kasi TTG BPMKP Cilegon Dien Ras, seraya menyatakan sebelumnya BPMKP Cilegon juga telah menerima kunjungan dari Kota Tangerang dan Provinsi Kalimantan Timur terkait hal yang sama. (ichan)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 15 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 15 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 16 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | 10 jam lalu

[Cerbung] Cygnus #1 …

Lizz | 10 jam lalu

Transformasi UU Perkawinan, Menuju Pengakuan …

Ferril Irham Muzaki | 10 jam lalu

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | 11 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: