Back to Kompasiana
Artikel

Birokrasi

Gufron

bekerja di Lembaga Kemanusiaan ESQ.

Parit Sialan

HL | 22 November 2010 | 10:48    Dibaca: 435   Komentar: 17   2

12904225401423273355

galian parit sudah 4 hari membuat sengsara, kami tidak bisa mengeluarkan mobil

Maksudnya baik, tetapi pelaksanaan dilapangan amburadul. Itulah yang terjadi di jalan Condet Raya, Jakarta Timur. Pembuatan parit yang dilakukan secara manual, memberikan pekerjaan kepada penganggur di Jakarta memang itu bagus. Tetapi lihatlah dampaknya jeleknya. Sepanjang jalan Condet, ada galian parit sedalam 1 meter, tanah galian diletakkan dipingggir jalan, baru diangkut 4 - 5 hari. Kerja manual yang tidak profesional.

Sekarang derita itu ada didepan rumah saya. Depan rumah digali sejak Jumat tanggal 19 Nopember 2010, dengan janji bahwa beton parit akan datang Sabtu 20 Nopember. Tetapi sampai hari ini, Senin 22 Nopember 2010 beton parit belum datang, padahal parit sudah digali. Depan rumah menganga ada parit yang dalam. Selama 4 hari ini mobil tidak bisa masuk dan tidak bisa keluar. Sudah 4 hari tamu-tamu penting yang kerumah memarkir mobilnya dipinggir jalan. Pemborong mana yang mendapat pekerjaan ini? Kuli-kuli yang bekerja tidak tahu. Lalu ada anak muda yang suka mengechek dimalam hari, diam-diam dan sebentar, lalu pergi lagi. Benar-benar keterlaluan pemborong ini. Membuat sengsara kami dan seluruh RT 16 RW 04 Kampung Condet Balekambang, Jakarta Timur. Hai pemborong, hai staf suku dinas PU Jakarta Timur, jangan gitu dong kerjanya. kerja yang bener, jangan membuat sengsara rakyat. Pemborong mana itu, tegurlah si pemborong, segera selesaikan pekerjaan pembuatan parit di jalan Condet raya Jakarta Timur.

1290422687432074097

Parit didepan rumah sudah 4 hari belum selesai. Kami seperti disandera.

1290422769603113615

Gang Manunggal XIII, Condet Balekambang, Jakarta Timur

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Duh, Harga Ijazah Palsu Capai 45 Juta! …

Muhammad Armand | | 27 May 2015 | 10:02

Menelusuri Pesona Elegan Hutan Mangrove di …

Rakhmad Fadli | | 27 May 2015 | 11:18

Sekali Lagi tentang Beras Plastik …

Shalahuddin Ahmad | | 26 May 2015 | 22:21

Menilik Cara Kerja Antivirus & Tips …

Edy Susanto | | 27 May 2015 | 05:53

[Nangkring] Bedah Copa América 2015 Bersama …

Kompasiana | | 25 May 2015 | 18:44


TRENDING ARTICLES

Apa Maunya KDI 2015? …

Hanisha Nugraha | 3 jam lalu

Ada Apa antara JK dengan La Nyala Matalitti? …

Abd. Ghofar Al Amin | 4 jam lalu

Mengapa Seorang Gunawan dari Pelosok Medan …

Gunawan | 8 jam lalu

KPK Kalah Praperadilan, Hadi Poernomo Jangan …

Pakde Kartono | 13 jam lalu

Tim Transisi Masih Aktif Bekerja, Kemenpora …

Himam Miladi | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: