
Tiga hal yang paling saya benci : Pajak, Pungli, Bunga Bank. Satu hal yang saya inginkan : Masyarakat mengelola pajak secara swadaya dengan nama "Sumbangan Negara". Biar transparan kalau perlu dikelola sama lembaga keuangan asing saja.
Dibaca: 432
Komentar: 2
Nihil
Anda nasabah bank lain yang sering menggunakan ATM Bank Mandiri?
Jika ya, maka berhati-hatilah. Untuk kedepannya saya sarankan Anda untuk tidak memilih lagi menggunakan mesin ATM Bank Mandiri untuk keperluan penarikan tunai ATM Bersama.
Apa pasal?
Ternyata menggunakan mesin ATM Bank Mandiri berpotensi besar menelan kartu Anda semata-mata karena kesalahan internal sistem Bank Mandiri sendiri. Celakanya lagi jika Anda adalah nasabah bank lain, tidak akan ada solusi yang ditawarkan oleh Bank Mandiri sebagai pengelola ATM. Customer service mereka sudah diarahkan untuk memutar-mutar jawaban supaya pada ujungnya Anda pasrah untuk menerima nasib Anda, padahal sudah sangat jelas Anda adalah korban dari kecacatan internal sistem mereka. Mereka akan cari-cari alasan berkaitan dengan lokasi ATM dan lain sebagainya.
Kesalahan Internal System yang seperti apa?
Mungkin ada yang belum mengerti kesalahan internal apa yang saya maksud. Begini ceritanya.
Selasa pagi tanggal 15 Juni 2010 jam 8:52, saya menggunakan mesin ATM Bank Mandiri untuk tarik tunai ATM Bersama. Saya sendiri adalah nasabah Bank Muamalat.
Saya melakukan penarikan tunai sejumlah 500.000 dari rekening saya, uangnya keluar, slip ATM nya pun keluar, namun setelah saya baca ternyata di slip ATM saya muncul dana misterius sejumlah Rp.47.682.607, setelah itu muncul pesan di layar ATM “Maaf Kartu ATM Anda kami tahan sementara, silahkan hubungi Call Mandiri 14000“
Bagi saya tambahan dana ini tidak begitu menarik, karena saya sudah mafhum bahwa kejadian seperti ini sering terjadi di Bank Mandiri. Bahkan di Sulawesi Selatan nasabah Bank Mandiri pernah menerima dana gaib trilyunan rupiah.
Saya lebih berkepentingan dengan tertelannya kartu ATM saya karena kesalahan internal sistem Bank Mandiri. Saya paham betul, menelan kartu ATM adalah prosedur dasar untuk mencegah nasabah yang dananya bertambah secara abnormal untuk menarik dana haram tersebut.
Entah darimana logika ini datang. Jelas-jelas penambahan dana misterius ala Century ini adalah kesalahan internal sistem Bank Mandiri, mengapa pengguna kartu ATM yang dikorbankan. Apakah ini bentuk arogansi bank terbesar di Indonesia. Ini adalah standar pelayanan yang sangat buruk sekali, mengingat vitalnya fungsi sebuah kartu ATM.
Saya berpikir positif pada mulanya dengan menghubungi Call Mandiri 14000 seperti yang disarankan. Namun jawaban yang saya dapatkan adalah seperti yang saya jelaskan di atas. Customer Service yang bernama Kenny ini menerangkan SOP nya bahwa kartu ATM yang tertelan di ATM Bank Mandiri akan dihancurkan dan kepada pengguna/nasabah dipersilahkan untukĀ mengurus kartu baru pada cabang penerbit bank masing-masing.
Bayangkan berapa jenis kerugian yang diderita. Sudahlah panik kehilangan kartu ATM pada saat genting, habis pulsa pula untuk menghubungi Call Mandiri hanya untuk mendapatkan solusi jalan buntu plus ketidakbersediaan untuk mengakui kesalahan, dan waktu yang harus dikorbankan untuk mengurus kartu ATM baru pada bank masing-masing.
Apakah ini yang Bank Mandiri namakan layanan terdepan dan terpercaya?
Bagi saya jawabannya sama sekali TIDAK!